alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Anak-anak Rindu Sekolah, Pemkot Mataram Ogah Ambil Risiko

MATARAM-Simulasi pembelajaran tatap muka bagi siswa TK, SD hingga SMP di Kota Mataram harusnya dilaksanakan hari ini. Namun akibat belum adanya izin dari Satuan Gugus Tugas Covid-19, Dinas Pendidikan Kota Mataram terpaksa kembali menundanya. Hal ini ternyata membuat wali murid gelisah.

“Terus terang kami sangat berharap pembelajaran tatap muka dimulai. Tentu dengan protokoler Covid-19, ” ujar Abdul, wali murid SMPN 2 Mataram kepada Lombok Post, Senin (4/12).

Ia mengaku para orang tua mulai kesulitan mengontrol aktivitas belajar anak-anaknya di rumah. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu bermain dari pada belajar. Sementara pembelajaran daring yang dilakukan pihak sekolah dinilai tidak efektif.

“Anak-anak juga merindukan suasana pembelajaran di sekolah. Terlalu lama rasanya libur akibat pandemi ini, sampai seragam sekolah anak saya sudah tidak muat lagi, ” sesalnya.

Jadwal kegiatan anak lebih banyak di luangkan untuk bermain. Hal ini sudah membuat mereka lupa pelajaran. Sehingga jika pembelajaran tatap muka kembali ditunda, orang tua khawatir putra-putri mereka harus mulai belajar dari nol.

Agenda kegiatan para siswa tidak terkontrol. Mulai dari jadwal tidur hingga bangun. Aktivitas mereka juga tidak terkendali khususnya ketika para orang tua pergi bekerja. “Kalau mereka sekolah, kita tenang. Pulangnya mereka istirahat, sekarang ini nggak tahu harus bilang apa,” paparnya.

Para orang tua juga menyadari bahaya Covid-19. Namun mereka yakin penerapan protokoler Covid-19 yang ketat bisa mencegah penularan wabah ini di sekolah. “Sekarang kembali ditunda, terus belum ada kejelasan sampai kapan penundaan ini dilaksanakan? ” tanyanya.

Senada, Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram H Syahrial Azmi mengaku dirinya juga dilema dengan penundaan simulasi belajar tatap muka. Ia meyakini tentu pemerintah melalui Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram memiliki argumentasi yang kuat terkait belum memberikan izin pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :  Ratusan PNS Kota Mataram Pensiun Tahun Depan

“Alasannya barangkali meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Mataram. Tapi pemerintah harus menemukan formula yang paling tepat agar generasi kita mendapatkan pendidikan yang baik sekaligus kesehatannya terjamin,” pintanya.

Ia sendiri selaku orang tua sangat berharap pembelajaran tatap muka dilaksanakan. Sesuai dengan aspirasi masyarakat yang disampaikan kepadanya. “Kami akan turun lagi berkoordinasi mencari solusi. Karena mau ditunda sampai kapan seperti ini. Pembelajaran daring itu nggak optimal,” paparnya.

Meski H Syahrial secara pribadi mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka, tetapi anggota Komisi IV DPRD lainnya Nyatu Ernawati justru sepakat dengan gugus tugas. Ia setuju pembelajaran tatap muka ditunda.

“Saya sangat setuju karena keselamatan dan kesehatan siswa dan guru yang utama, ” terangnya.

Terpisah, Kepala SMPN 2 Mataram M Nazuhi ditemui Lombok Post mengaku pihak sekolah sudah sangat siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. Ditambah, 70 persen wali murid sudah mengizinkan putra-putrinya melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Kami sudah sangat siap dan sudah meminta izin ke dinas. Cuma tinggal menunggu izin  dari gugus tugas, ” ucapnya.

Semua protokol kesehatan di SMPN 2 Mataram telah disiapkan. Itu telah diverifikasi oleh Dinas Pendidikan Kota Mataram. Jika pembelajaran tatap muka diizinkan, siswa juga masuk dengan sistem blok. Sehingga di dalam ruang kelas tidak terlalu banyak siswa agar memenuhi protokoler Covid-19.

Sementara bagi wali murid yang tidak mengizinkan putra-putrinya mengikuti pembelajaran tatap muka, mereka tetap bisa belajar daring. “Kami juga sudah membentuk Satgas Covid-19 di lingkup SMPN 2 Mataram. Jadi kalau kami di sekolah pada prinsipnya sudah siap, ” paparnya.

Baca Juga :  24 Dirawat di RS Bhayangkara, 3 di RSUP NTB

Lalu bagaimana tanggapan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh? Ia menegaskan tak mau ambil risiko. “Kita tidak ingin ada klaster baru di sekolah,” kata Ahyar saat ditanya terkait batalnya peserta didik kembali bersekolah.

Sebelumnya, Pemkot Mataram berencana mulai membuka sekolah hari ini. Namun meningkatnya kasus positif Korona akhir-akhir ini, membuat wali kota mengambil keputusan mendadak. “Kita kembali tunda dan pertimbangkan keputusan masuk sekolah,” tutur Ahyar.

Dalam kesempatan itu, Ahyar meminta warga untuk waspada. Tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Ini jangan sampai kita abaikan,” pinta wali kota dua periode ini.

Ahyar juga akan mengambil langkah antisipasi penyebaran Korona yang belakangan ini menunjukkan peningkatan. Besok pihaknya akan melakukan rapat dengan Kapolresta Mataram yang baru Kombes Pol Heri Wahyudi. “Kita menunggu Kapolresta sertijab dulu,” ujar dia.

Dalam mencegah penyebaran Korona, Ahyar juga akan membahas terkait penerapan pembelajaran tatap muka. Apakah nantinya bisa dilakukan atau tidak. “Dalam beberapa hari ini kita akan putuskan, apakah sekolah sudah bisa dibuka atau tidak,” kata pria asal Dasan Agung ini.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram HL Fatwir Uzali mengatakan, pihaknya akan melakukan verifikasi terhadap sekolah yang siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. “Jangan sampai sudah ada izin, infrastruktur belum siap,” terang mantan Kepala SMAN 1 Mataram ini. (ton/jay/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/