alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Hobi Mahal dan Tak Biasa Dokter Jack, Direktur RSUD Kota Mataram (2-Habis)

Bukan hobi namanya, kalau masih segan berkorban materi. Hanya untuk mengemas agar kendaraan jadi gahar di alam liar, Jack pun telah mengguyur ratusan juta demi si ‘anak babi’

LALU MOHAMMMAD ZAENUDIN, Mataram

=====================================

BICARA soal mobil off road, dr HL Herman Mahaputra atau lebih beken disapa dokter Jack, telah mengeluarkan ratusan juta rupiah. Hanya untuk membuat settingan mobilnya bisa gahar di alam bebas.

Harga ini relatif mahal. Tapi untuk sebuah hobi, Jack merasa masih kurang. “Ya ada sekitar Rp 300 juta,” kata Jack.

Untuk sebuah mobil dengan interior dan eksterior sederhana. Tapi, hanya rangka-rangka besi belaka, harusnya dengan uang sebesar itu hasilnya maksimal. Manakala mobil off road itu dipakai adu cepat di medan penuh rintangan.

Untungnya jerih payah itu berbuah manis. Jack menjadi salah satu offroader yang disegani di Tanah Air. Dalam setiap komptesisi off road ekstrem, namanya dihormati dengan baik selama 8 tahun terakhir. “Saya namai Celenk,” ungkapnya sembari tersenyum.

Celenk. Alasannya menamai mobil itu celenk, karena Jack melihat kendaraanya itu serupa anak babi. Kecil, lincah, tapi tak pernah takut menyeruduk medan. Sekejam apapun rintangannya.

“Bentuknya serupa celeng, asal seruduk dan tak perah takut,” terangnya.

Dengan karir mentereng di dunia off road, serta menyabet ratusan juara. Baik secara individu atau tim, Jack memang layak duduk menjadi Ketua Indonesia Off-road Federation (IOF) Pengurus Daerah NTB. Jack punya pengalaman gemilang. Juga sangat mengerti seluk beluk off road daerah.

Jack yang juga seorang dokter, sangat diharapkan bisa ‘mengobati’ stagnannya perkembangan off road NTB.

“Ini tugas tak mudah, tapi dengan tekad satu langkah lebih maju, pasti bisa,” yakin pria pembesut mobil tubular bermesin Cherokee 4.0 in-line ini.

Jack telah bermetamorfosa menjadi pria yang sangat menyukai aroma tantangan. Ia satu dari pria yang lahir pada tahun 1967 yang sangat menekuni profesinya sebagai dokter. Tetapi, tak kuasa menolak hobi yang ekstrem.

Demi hobi itu pula, Jack siap menggerakkan delapan pengurus cabang (pengcab) di Kabupaten/Kota seluruh NTB. Agar lebih terpacu lagi mendukung bangkitnya energi off road daerah.

“Bahkan kami ingin agar tidak lama lagi off road daerah bisa menorehkan prestasi di tingkat nasional,” harapnya.

Jack mengaku hobi off road tidak hanya mengajarinya tentang kepuasan. Saat berhasil menaklukan medan dan memenangi lomba. Lebih dari itu, off road adalah pancaran karakternya.

Ia mengaku selalu suka dengan tantangan dalam pekerjaan. Karena itu akan menandai, ia all out dalam bekerja. “Sama seperti off road, tantangan sangat banyak hingga keselamatan jiwa. Syaratnya agar selamat dan menang, ya all out dengan semua kemampuan yang dimiliki,” ulasnya.

Off road telah menginsiparsi Jack bagaimana harus mencintai pekerjaan. Serta melihat setiap persoalan di dalam pekerjaan itu bukan sebagai masalah. Tetapi peluang untuk menjadi lebih baik lagi.

“Itulah mengapa sampai saat ini saya tidak bisa lepas dari olah raga ini,” tegasnya.

Saat ini, di NTB ia mengetuai Bhayangkara Tim. Tak hanya itu, masih ada sekitar 13 tim yang juga ia terus pompa motivasinya agar tidak menyerah untuk terus mengkampanyekan olah raga ekstrem ini.

“Jadi hobi milennial yang jantan itu, mari adu cepat di alam bebas. Lewat off road. Jangan ugal-ugalan di jalan raya, karena dapat membahayakan keselamatan jiwa orang lain,” pesannya.

Uniknya, Jack tidak hanya mendorong agar para pecinta off road sibuk dengan hobinya sendiri. Ia juga menyemangati agar offroader lehih peka pada realitas sosial. Seperti kasus gempa bumi tahun 2018 lalu, Jack telah mengajak banyak off road tanah air berkontribusi dalam aksi sosial.

Mereka bekerja sama dengan BPBD, Basarnas, Kepolisian, Dinas Pariwista, Dinas sosial, Dhngga inas Kehutanan, untuk membangkitkan semangat bangkit dan pulih. Dari bencana gempa bumi.

“Kami ikut membantu merehabilitasi 50 unit Musala. Ia 50 unit,” tegasnya.

Tidak hanya itu, juga menyumbang 10 tronton sembako. Demi memulihkan daerah yang tertimpa bencana alam untuk kuat kembali. Bangkit dari keterpurukan. “Intinya kami ingin jadi contoh yang baik bagi yang lain,” tandasnya. (*/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks