alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Kelangkaan Pasir Hambat Pembangunan Risha

MATARAM-Kelangkaan pasir menghambat proses pembangunan rumah instan sederhana (Risha) di Lingkungan Tegal, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

“Pasir yang tidak ada, kalau yang lainnya sih sudah ada,” kata Faizan, warga Lingkungan Tegal, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, kemarin (5/3).

Pembangunan hunian tetap pascagempa di Lingkungan Tegal progresnya cukup baik. Hampir semua rumah rusak berat yang dibangun sudah terpasang kerangka atapnya. Nampak sejumlah tukang terlihat sibuk menembok.

Di samping itu, ada juga yang sibuk memotong kerangka baja yang akan digunakan untuk membuat atap. Para tukang dibantu TNI untuk proses pembangunan.

Faizan masih terlihat bingung. Ia hanya bisa bersabar karena rumah yang ia bangun terkendala pasir. “Pasir yang tidak ada sekarang ini,” singkatnya.

Secara keseluruhan, bantuan Rp 50 juta yang ia terima diperkirakan cukup untuk membangun rumah tipe 24. “Kalau untuk saya Rp 50 juta bisa sampai tuntas,” sebutnya.

Selama ini Faizan bersama keluarganya masih tinggal ditenda. Dalam waktu beberapa hari ini, ia memastikan rumahnya sudah rampung dikerjakan. “Kalau ada pasir mungkin beberapa hari lagi sudah rampung,” tuturnya.

Warga lainnya Yusuf mengatakan, rumah yang dibuatnya dipastikan rampung dalam waktu dekat ini. Kini, sedang dilakukan proses penembokan. “Kalau atap dan kerangkanya sih sudah jadi,” sebutnya.

Sebelum April, kata dia, penembokan ini sudah rampung. Apalagi sekarang ini ada bantuan pihak TNI. “Bapak-bapak TNI sangat membantu kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram HM Kemal Islam mengatakan, pembangunan rumah rusak berat di Kota Mataram harus tuntas April mendatang. Jadi mau tidak mau pokmas aktif dalam membangun rumahnya sendiri. “Warga jangan hanya diam saja. Harus aktif,” pintanya. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks