alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Uniknya Ogoh-Ogoh Pemuda Batu Dawe

MATARAM-Tersebutlah sebuah kisah. Seorang pria di zaman dahulu kala yang bingung menentukan, mana pangkal dan ujung dari sebuah kayu. Antara ujung satu dengan ujung lain ukuran dan bentuknya sama.

Ke sana-ke mari ia bertanya. Sampai akhirnya bertemu dengan seorang pria.

“Pria itu diberi kebijaksanaan oleh Batara Indra,” kisah Rian Andika Putra Wijaya, saat menjelaskan beberapa properti Ogoh-Ogoh yang dibuat kelompoknya.

Maka berkat kebijaksanaan itu, di tengah keterbetasan alat yang ada, ia pun disarankan untuk merendam kayu. Jika sisi atau ujung kayu ada yang tenggelam, menandakan itulah pangkalnya. Sedangkan yang timbul di atas permukaan, itu ujungnya.

“Itu makna dari kayu yang dipegang,” terangnya.

Yang menarik, tidak hanya satu filosofi yang terkandung dalam Ogoh-Ogoh yang dibuat pemuda-pemuda Batu Dawe. Rian mengatakan, properti lainnya berupa lingkaran api di sekitar Ogoh-Ogoh itu, adalah perlambangan dari makna kain Gringsing Wayang. Apa itu?

Gring artinya bala atau sakit, sedangkan Sing artinya tidak,” jelasnya.

Maka makna sederhanannya yakni, sebuah kain yang mampu menolak bala. Atau segala macam petaka yang ada di muka bumi. Kain Gringsing wayang dalam keyakinan umat Hindu terbuat dari darah.

Tetapi berkat anugrah kebijaksanaan yang diberikan Batara Indra, Gringsing wayang akhirnya bisa dibuat jadi senjata ampuh untuk melindungi umat manusia. Lalu, di mana letak Bhuta Kala yang selama ini dipersepsi sebagai keburukan atau kejahatan?

“Itu jadi Ogoh-Ogoh (Bhuta Kala), sebab Gringsing Wayang dan kebijaksanaan menentukan pangkal kayu adalah ilmu,” tutur Rian.

Ilmu jika digunakan dengan baik, maka hasilnya pun baik bagi umat manusia. Tetapi jika ilmu digunakan untuk keburukan, maka hanya akan mendatangkan kehancuran bagi umat manusia.

Karenannya, kata Rian, pamannya I Wayan Legiana Putra yang merancang Bhuta Kala itu ingin membakar sisi jahat dari ilmu. “Jadi ini untuk melawan para pengguna ilmu untuk hal-hal yang buruk,” terangnya.

I Wayan Parianta, ketua Muda-Mudi Batu Dawe mengatakan, setelah Ogoh-Ogohnya siap, rencanannya akan dilakukan ritual Melaspas, pada sore harinya. Lalu esoknya (hari ini, Red) diarak keliling Kota Mataram. Melalui pawai Ogoh-Ogoh di Kota Mataram.

“Baru sekitar 90 persen, sudah siap,” kata Parianta.

Sementara di Lingkungan Sweta Selatan, Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara terlihat banjar Gita Jaya Sweta masih sibuk membuat Ogoh-Ogoh untuk pawai hari ini. “Kita mulai buat Ogoh-Ogoh satu bulan lalu,” kata Sekretaris Banjar Gita Jaya Sweta I Komang Tri Sumarsana, kemarin.

Komang sangat menunggu Hari raya Nyepi yang datang satu kali setahun ini. Karena itu, dalam menyambut Nyepi, setiap warga urunan untuk membuat Ogoh-Ogoh. Banjar bergerak untuk mencari dana agar Ogoh-Ogoh yang dibuat bisa maksimal.

Ia berharap ada kedamaian dan ketentraman dalam perayaan Nyepi tahun ini. Terutama di Pulau Lombok, khususnya Kota Mataram tidak ada lagi gempa. “Mudah-mudahan kita diberikan ketenangan dalam menjalankan Nyepi,” harapnya.

Sementara itu Umat Hindu lainnya Made Suryadi mengatakan, beberapa hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan rangkaian melasti atau juga disebut Melis. Rangkaian kegiatan melasti ini bertujuan untuk mensucikan semua perangkat upacara dan juga diri sendiri.

Dalam prosesi melasti ini, masyarakat akan mengarak semua prangkat persembahyangan ke laut atau danau. Pasalnya, laut dan danau dipercaya sebagai sumber air suci.

Selain itu, kegiatan tawur yang kemudian diikuti pangrupukan. Prosesi ini dilakukan satu hari sebelum puncak Nyepi. Dimana, prosesi upacara ini bertujuan untuk penyucian Bhuta Kala. Serta segala kekotoran diharapkan sirna semuanya.

“Dalam upacara ini biasanya dimeriahkan pawai ogoh-ogoh yang bisa menjadi tontonan,” sebutnya. “Ogoh-Ogoh merupakan perwujudan Bhuta Kala yang dibuat dan diarak kemudian dibakar. Prosesi ini mempunyai tujuan sama. Yakni mengusir Bhuta Kala dari lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Sementara pada puncak Nyepi, lanjut dia, suasana akan terlihat mati. Tidak ada satu aktivitas pun terlihat. Tidak ada kendaraan yang lewat, tidak ada mesin yang hidup. Semua menjadi sunyi.

Pada hari ini, umat Hindu melaksanakan Catur Brata. Tidak menyalakan atau menghidupkan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak menikmati hiburan.

Di tempat terpisah, Ketua Panitia Pawai Ogoh-Ogoh di Mataram Anak Agung Made Barawangsa mengatakan, jumlah Ogoh-Ogoh yang sudah terdaftar hingga siang kemarin sebanyak 116.

“Tapi biasanya masih ada yang daftar menyusul, esetimasinya sampai 120 Ogoh-Ogoh,” terangnya.

Rute pawai akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu masyarakat yang enggan terjebak kemacetan, disarankan untuk tidak melewati jalur yang telah ditentukan. Sebagai rute pawai Ogoh-Ogoh.

“Rute dari Perempatan Karang Jangkong, finish di Taman Mayure. Sedangkan panggung kehormatan, di depan kantor Lurah Cakra Barat,” terangnya.

Pawai Ogoh-Ogoh ini diyakini akan banyak menyedot perhatian wistawan. Lokal atau dari mancanegara. Bagi Kota Mataram sendiri, pawai Ogoh-Ogoh diharapkan ikut mampu mendorong pulihnya pariwisata yang kunjungannya merosot, beberapa waktu terakhir.

“Ya di Bali juga ada, di daerah lain juga ada, di sini pun ada. Tapi tetap kita harapkan kegiatan ini mampu meningkatkan geliat pariwista kita,” harap I Made Swastika Negara. (zad/jay/r5)  

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks