alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Efektivitas Pemeriksaan Pengendara di Pintu Masuk Mataram Diragukan

MATARAM-Pengecekan suhu tubuh bagi pengendara sepeda motor di pintu masuk Kota Mataram dinilai tidak tepat. Karena pengecekan suhu tubuh menggunakan thermal gun, hanya untuk di dalam ruangan atau gedung.

“Bukan di jalan atau tempat terbuka,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram Dianita Rahmi.

Dijelaskan, jika pemeriksaan dilakukan di luar gedung, maka hasilnya tidak efektif. Bisa saja orang yang suhu tubuhnya normal, tiba-tiba tinggi karena pengaruh cuaca. Apalagi jika cuaca panas. “Ini malah nantinya akan meresahkan masyarakat,” ucap perempuan berjilbab ini.

Pun juga dengan kondisi warga yang sehat, tiba-tiba nantinya bisa disebut sakit karena hasil pemeriksaan suhu tubuhnya tinggi. Seperti di Terminal Mandalika Minggu (5/4), sebagian besar orang yang diskrining suhu tubuhnya tinggi. Ini membuat warga panik. Namun setelah dicek kembali usai diberikan istirahat beberapa menit, suhu tubuhnya normal. “Ini kan membuat orang panik,” ujarnya.

Ia tidak ingin warga panik dengan pemeriksaan  ini. Di saat mereka diperiksa, tiba-tiba suhu tubuhnya tinggi. Sehingga orang beranggapan banyak sekali orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Mataram. Padahal, mereka suhu tubuhnya tinggi karena cuaca panas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor mengatakan, untuk pemeriksaan pengendara sepeda motor ditentukan waktunya. Pada waktu siang tidak dilakukan pemeriksaan.

“Kita jeda dulu pada siang untuk sepeda motor. Jam sepuluh sampai jam lima sore kita jeda. Dilanjutkan kembali sampai jam sepuluh malam,” terangnya.

Skrining tetap dilakukan bagi warga yang masuk Kota Mataram. Bagi pengendara sepeda motor akan dilakukan mulai pukul 08.00 Wita sampai pukul 10.00 Wita. Kembali dilanjutkan pukul 17.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita. “Kalau mobil tetap kita periksa. Tidak berpengaruh pada cuaca,” tukasnya.

TKI Pulang Kampung

Sementara itu, jelang Ramadan, para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pulang kampung. Hal ini harus diantisipasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Kota Mataram guna meminimalisir penyebaran Covid-19. “Kalau sekarang belum ada TKI yang pulang,” kata Kepala Disnakertrans Kota Mataram Hariadi, Minggu (5/4).

“Kita khawatirkan pas Ramadan ini. Biasanya mereka (TKI) pulang jelang Lebaran,” imbuh mantan Camat Mataram ini.

Diungkapkan, tercatat sekitar 445 TKI pada 2019 lalu. Mereka menyebar di sejumlah negara. Jumlah ini menurun dibandingkan 2018 lalu sebanyak 600 lebih. Saat ini kata dia, belum ada satu pun TKI dari Kota Mataram yang pulang. Padahal, pemprov sudah merilis ada 15 TKI asal Kota Mataram yang pulang. “Kok kita endak tahu. Belum ada laporannya,” ujar dia.

Merebaknya Cavid-19 tidak tidak ada TKI yang dipulangkan. Jadi kata dia, jika pun ada statusnya apa. Legal atau ilegal.

Hariadi sudah meminta kepada lurah agar menginformasikan jika ada TKI yang pulang. Sampai saat ini, kata dia, belum ada laporan dari lurah terkait adanya TKI yang pulang. Padahal, sejumlah wilayah di Kota Mataram sudah ada TKI yang pulang.

Ia tidak tahu pasti jika saat ini ada TKI dari Kota Mataram yang pulang. Karena jika pulang tanpa sepengetahuan dari Disnakertrans Kota Mataram. “Pas mau berangkat saja melapor. Pulangnya tidak,” terang dia.

Namun demikian, ia akan meminta data para TKI di Kota Mataram di setiap lurah. Ia ingin memastikan TKI mana yang pulang. Apakah ilegal atau legal. “Ini yang belum kita tahu,” ujarnya.

Terpisah, Lurah Selagalas Yusrin mengatakan, ada tiga TKI yang baru pulang di Kelurahan Selagalas. Kini ia masih dalam pengawasan. “Ini terus kita awasi. Yang baru datang dari luar daerah juga kita awasi,” ujarnya.

Yusrin mengapresiasi apa yang dilakukan masyarakat mengantisipasi Covid-19 . Mulai dari penyemprotan disinfektan dan menutup pintu masuk lingkungan orang luar tidak  sembarang masuk. “Partisipasi warga meminimalisir penyebaran  Covid-19 sangat kami butuhkan,” tukasnya. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks