alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Harga Gula dan Bawang Putih Terus Naik

MATARAM-Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram menjamin ketersediaan stok kebutuhan bahan pokok jelang Ramadan hingga hari raya Idul Fitri. Seperti beras, gula, daging, dan minyak goreng.

Ketersediaan beras misalnya, aman hingga delapan bulan kedepan. Stok beras saat ini yang ada di Gudang Bulog 11 ribu ton. Dalam waktu dekat akan datang sebanyak 36 ribu ton. Sementara kebutuhan beras di NTB enam ribu ton per bulannya.

“Kalau di Mataram sekitar tiga ribu ton per bulan,” kata Kepala Bidang dan Pengendalian Bahan Pokok dan Penting (Gapokting) Sri Wahyunida, kemarin.

Selain beras, ia juga mendatangi CV Baling-Baling Bambu di Lingkungan Karang Rundun, Kecamatan Mandalika yang menyuplai daging. Di sini ujar dia, terdapat seribu ekor ayam di gudang. Sementara per harinya didistribusikan 200 kilogram dengan harga Rp 27 ribu per kilogram. “Kalau untuk kenaikan harga tidak ada. Malah stok yang keluar per hari berkurang,” terang Nida.

Ia juga mendatangi  UD Karya Mandiri di jalan Gora Sindu Kecamatan Cakrangegara Utara. Distrubutor ini menyediakan gula, minyak goreng, dan tepung terigu. Dari laporan pengusaha kata Nida, sudah melakukan kerja samna dengan swalayan untuk dibatasi jumlah pengambilan barang dengan tujuan pemerataan.

Saat ini stok gula 104 ton, minyak goreng 19 ribu kantong dang isi 12 liter per kantong. Sementara barang yang masih dalam perjalanan sebanyak 15 ribu lebih kantong tepung terigu dengan stok 200 ton. “Ketersediaan bahan ini sampai Desember,” ujar perempuan berjilbab ini.

Tak hanya itu, ia juga mengecek ketersedian daging beku di CV 88. Dari pengusaha ini tercatat ada 100 ton stok daging ayam, 20 ton daging sapi dan kerbau. “Sekarang ini pemesanan daging berkurang,” kata Nida.

Diutarakan, ketersediaan daging beku tergantung dari pengiriman dari luar daerah. Untuk harga daging bervariasi, daging ayam Rp 30 ribu per kilogram, daging sapi lokal Rp 80 ribu per kilogram. Sementara daging sapi Australia harganya Rp 150 sampai Rp 200 ribu per kilogram. “Kita akan rutin turun ke distributor,” ucapnya.

Meski demikian, dia mengaku untuk harga bawang putih dan gula masih mengalami kenaikan. Untuk bawang putih ketersediaannya dipengaruhi impor dari luar negeri. “Kalau gula sampai sekarang masih mahal,” ucapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram H Amran M Amin mengatakan,  ketersediaan bahan pokok akan tetap ada sampai lebaran. Pihaknya akan terus turun ke distributor untuk melihat sejauh mana ketersediaan bahan pokok ini. “Kita juga tetap kordinasi dengan bagian ekonomi pemkot,” ujarnya. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks