alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Kontak Dengan Pasien Korona, RSUD Mataram Cek Kesehatan Seluruh Petugas Medis

MATARAM-RSUD Kota Mataram memulai misi untuk menyelamatkan tenaga medisnya. Ratusan tenaga medis yang sebelumnya menjalin kontak secara langsung maupun tidak langsung dengan PDP positif asal Dasan Agung, dicek kesehatannya.

”Kurang lebih jumlahnya 100,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra, Minggu (5/4)).

Langkah ini untuk memastikan tenaga medis RS tidak terjangkit virus Korona. Kata dokter Jack, sapaan karibnya, pihak RSUD sudah melakukan medical check up untuk seluruhnya. Salah satunya melalui foto thorax.

Foto thorax, hanya sebagai pengecekan awal. Guna mengetahui indikasi. Dengan merontgen, petugas kesehatan bisa melihat apakah ada tanda-tanda pneumonia di paru-paru maupun saluran pernapasan. Gejalan pneumonia ini menjadi salah satu tanda dari paparan virus Korona.

Ia mengatakan, foto thorax merupakan salah satu cara. Selain melalui rapid test. Untuk melihat apakah ada gejala. Jika ditemukan indikasi, RS bisa melakukan tes yang lebih akurat, melalui pemeriksaan swab. Untuk memastikan positif atau negatif virus Korona.

”Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada yang menunjukkan gejala sakit,” ungkapnya.

Dokter Jack mengatakan, RSUD sudah mengantisipasi mengenai penanganan Korona. Mulai dari penyediaan alat pelindung diri. Hingga memberi suplemen gizi untuk support tenaga medis yang bekerja di IGD.

”Setiap hari kita kasih itu. Tidak boleh kita terlalu panik, tapi juga harus tetap waspada,” tuturnya.

Menurutnya, selama tenaga medis memakai pelindung diri, paparan dari virus Korona bisa ditekan. ”Insya Allah bumpernya di sana. Itu salah satu bentuk kewaspadaan kita,” kata dia.

Meski sejauh ini belum ada satu tenaga medis di IGD yang menunjukkan gejala sakit, RSUD Kota Mataram telah menyiapkan satu tempat. Sebagai lokasi mereka mengisolasi diri. Apabila terindikasi terpapar virus Korona.

Tempat ini khusus untuk tenaga medis. Berada di RSUD Kota Mataram. Kata dr. Jack, tenaga medis yang sakit tidak perlu pulang ke rumah. ”Ada disediakan tempat, nyaman, dan kita bisa monitor langsung,” imbuh dr. Jack.

Tindakan pengecekan untuk petugas medis, disebabkan adanya kasus satu PDP positif berinisial JA, yang sudah meninggal dunia. Ketika masu ke RSUD Kota Mataram, yang bersangkutan belum terdeteksi terjangkit Korona.

Setelah diperiksa dan diketahui riwayat perjalannya, almarhum JA langsung berstatus PDP. Pemeriksaan swab dilakukan pada 26 Maret. Tapi, satu hari setelahnya, JA yang sudah sakit, meninggal dunia.

Setelah kematian JA, gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram melakukan penelusuran. Mencari siapa-siapa saja yang pernah kontak dengan PDP JA. Juru bicara gugus tugas I Nyoman Suwandiasa mengatakan, tracing di lapangan masih terus berkembang. Terutama soal jumlahnya.

”Kita ingin pastikan nama-namanya. Kemudian setelah itu dilakukan pemantauan oleh petugas dari Dinas Kesehatan,” kata Suwandiasa.

PDP Pagah

Sementara itu, dua warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di karantina di Wisma Nusantara. D dan Z (inisial,Red) dikarantina karena tidak mau mentaati aturan pemerintah untuk mengisolasi diri secara mandiri.

“Sesuai perintah pak Wali. Pasien pagah (Ngeyel) kita isolasi di Wisma Nusantara,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr H Lalu Herman Mahaputra, Minggu (5/4).

Diutarakan, dua pasien PDP ini teman dari J (almarhum) yang meninggal Covid 19 dari Dasan Agung. Sebelumnya, D pernah sekamar dengan J di Jakarta yang waktu itu J sudah mulai ada gejala Covid 19. “Kita tunggu dari Pemprov NTB hasil Swab D ini,” kata pria yang karib disapa Dokter Jack ini.

Diungkapkan, semua PDP yang dirawat di RSUD Kota Mataram sudah dipulangkan. Mereka diminta melakukan isolasi mandiri sembari menunggu hasil Swab keluar. Namun jika tidak mau isolasi mandiri, maka pemkot akan menjemputnya secara paksa untuk dilakukan isolasi di Wisma Nusantara. Seperti D dan Z diisolasi di Wisma Nusantara karena tidak mau melakukan isolasi mandiri.

Jack mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Tidak panik. Dalam mengantisipasi Korona yang perlu diperhatian selain menjaga kebersihan, imunitas tubuh. Jika kondisi tubuh sehat maka pasien bisa sembuh.

Ia mencontohkan, YT yang berdomisi di Kekalik Kijang dan LZ yang tinggal di Kecamatan Selaparang yang positif Korona, kondisinya mulai membaik. Beda dengan YR, pasien PDP yang meninggal Sabtu (4/4) ada gejala diabetes. “Yang penting kita menjaga imunitas tubuh,” sarannya.

Kendati demikian, ia akan tetap mengejar orang yang kontak kepada pasien yang positif. Terutama pasien dari Kecamatan Selaparang dan Sandubaya. Siapa saja orang yang kontak langsung dengan dua pasien Covid-19 cluster Gowa ini. “Klaster Gowa ini akan terus kita cari sampai akarnya,” ujarnya. (dit/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks