alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

MATARAM-Jamaah yang tidak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap pertama cukup banyak. Jumlahnya mencapai 320 orang Jamaah Calon Haji (JCH). Mereka diberikan kesempatan menulasi pada tahap dua, batas akhirnya 10 Mei mendatang.

Kepala Seksi Sistem Informasi Haji, Kementerian Agama (Kemenag) NTB Sri Latifa Muslim menjelaskan, beberapa alasan JCH tidak melakukan pelunasan, diantaranya karena alasan pribadi atau alasan ekonomi.

Ada pula jamaah yang sulit dicari alamat rumahnya. kemudian pada saat pelunasan di bank terjadi gangguan sistem sampai batas waktu pelunasan berakhir. Beberapa jamaah terlambat membayar karena surat keterangan istithaah (mampu) terlambat keluar dari kabupaten/kota. Juga ada jamaah yang tidak diberikan surat istithaah karena mengidap penyakit tertentu.

“Dia bisa melunasi di tahap dua tapi syaratnya harus diajukan ke pusat dulu,” jelas Latifa.

Sesuai jadwal, pelunasan BPIH tahap pertama sudah berakhir, dari tanggal 19 Maret hingga 15 April lalu. Kemudian dibuka lagi kesempatan pelunasan tahap dua dari 30 April-10 Mei.

Ia menjelaskan, yang berhak melunasi di tahap dua adalah 10 orang JCH yang gagal sistem pada tahap pertama, 35 orang JCH yang suah berstatus haji. Kemudian pendamping Lansia yang lunas tahap pertama satu orang, penggabungan mahram 130 orang, serta lansia dan pendamping lansia 145 orang.

Khusus JCH yang berstatus haji, meski masuk pelunasan tahap pertama, namun mereka dikeluarkan terlebih dahulu. Kemudian diberikan kesempatan melakukan pelunasan tahap dua ini. ”Mereka tidak dilarang berhaji, hanya saja mereka boleh mendaftar 10 tahun selanjutnya setelah berhaji,” terang Latifa.

Kemenag juga akan membuka pelunasan BPIH tahap ketiga bagi jamaah kuota tambahan 398 orang. Namun jadwal pelunasannya belum dipastikan hingga kemarin.

Sesuai Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 176 tahun 2019, NTB mendapat 398 orang kuota tambahan. Terdiri dari 50 persen untuk JCH nomor urut porsi berikutnya, dan 50 persen lagi JCH lanjut usia (Lansia) dan pendamping lansia seperti suami/istri, anak kandung, sodara kandung, dan menantu, dan harus mendaftar sebelum Januari 2017.

Total jumlah JCH asal NTB 4.476 orang JCH reguler, ditambah Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dari pemerintah daerah 38 orang, dan kuota tambahan 398 orang. Bila ditotal JCH asal NTB mencapai 4.912 orang.

Kuota TPHD se-NTB 38 orang. Mereka merupakan tokoh agama, tokoh masyarakat, legislatif, eksekutif, dan perwakilan organisasi masyarakat (Ormas) yang ditunjuk gubernur, bupati dan wali kota.

TPHD Pemprov sebanyak 8 orang, Kota Mataram 5 orang, Lombok Barat 4 orang, Lombok Tengah 6 orang, Lombok Timur 7 orang, Lombok Utara 1 orang, Sumbawa 2 orang, Sumbawa Barat 1 orang, Dompu 1 orang, Kota Bima 1 orang, dan Kabupaten Bima 2 orang.  ”TPHD dibagi sesuai jumlah JCH masing-masing daerah,” katanya.

Kepala Kemenag NTB H Nasruddin menyebutkan, JCH asal NTB akan dibagi menjadi 11 kelompok terbang (Kloter). Dalam draf jadwal sementara NTB mulai memberangkatkan jamaah pada 7 Juli mendatang. JCH terbang dari Lombok ke Madinah pada gelombang pertama. ”Sementara jadwal bagi JCH kuota tambahan belum,” ujarnya.

TPHD Dibagi Sesuai Jumlah JCH

Terpisah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) NTB H Ahmad Masyhuri menjelaskan, kuota TPHD masing-masing daerah ditentukan berdasarkan jumlah jamaah. Bila di satu kabupaten mencapai satu kloter JCH, maka diberikan satu orang TPHD. Kabupaten Lombok Utara hanya satu orang karena tidak sampai satu kloter, sementara Lombok Timur jumlah JCH-nya banyak.

Pemprov sendiri mendapatkan delapan orang TPHD. Diantaranya, Sekda NTB H Rosiady Sayuti, dua tenaga kesehatan dr Wizin dan Rabiatun Adawiyah, seorang perawat. Dari unsur tokoh masyarakat Hibussaadi, Musifuddin, Lalu Aksar Ansori, dan Ketua Komisi V DPRD NTB H Wartiah. (ili/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks