alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

MATARAM-Partai Gerindra menebar tajinya. Dianggap sebagai partai penerima ‘berkah’ terbesar dari Pilpres 2019, pada Dapil I dan II diprediksi partai berlambang kepala burung garuda ini merajai.

Di Dapil I Mataram, Gerindra meraih dukungan partai 35.563 suara. Ini menempatkan partai ini sebagai partai dengan raihan suara tertinggi. Disusul dengan PKS dengan 31.520 suara. Disusul PPP, PDI Perjuangan, dan Golkar.

Sementara di Dapil II Lobar-KLU Gerindra pun kembali show of power. Disebut memperoleh 73.350 suara, menempatkan Gerindra berhasil menyabet dua kursi. Kesuksesan di dua dapil ini tidak membuat Ketua DPD Gerindra NTB Ridwan Hidayat jemawa.

“Kita tunggu proses,” kata Ridwan.

Ia sendiri terlihat belum puas dengan raihan sejauh ini di dua dapil. Ridwan, ingin lebih ketat lagi perhitungan suara. Sehingga suara Gerindra bisa diraup dengan maksimal.

“Kita melihat banyak kejangganlan, masih banyak kemungkinan,” yakinnya.

Ia pun masih sangat percaya. Gerindra seharusnya bisa dapat kursi lebih banyak. Lalu menguasai parlemen Udayana — DPRD NTB — dengan perolehan suara dan caleg.

“Gerindra jelas dan pasti dari dapat kepercayaan dari sebagian besar warga NTB, alias paling banyak dapat suara,” yakinnya.

Tapi Ridwan enggan merinci, berapa kursi yang ia yakini bisa didapat Gerindra. Saat ini dari beberapa analisa yang berkembang Gerindra disebut mendapat kursi sembilan kursi. Tapi Ridwan yakin, Gerindra bisa dapat lebih dari itu. Bahkan melampaui perolehan yang diklaim Golkar saat ini yakni 10 kursi.

“Saya imbau agar kawal seluruh proses pemilu,” imbaunya pada kader dan simpatisan Gerindra.

Perolehan partai di tingkat provinsi untuk Gerindra, dibayangi dengan perolehan Golkar. Sekalipun dari segi suara, Gerindra masih memuncaki tapi dari perolehan kursi Golkar masih sama raihannya dengan Gerindra.

Di dua dapil itu bila ditotal Gerindra mendapat 110.910 suara. Ada gap cukup jauh dengan perolehan Golkar yakni 89.541 suara. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar NTB Isvie Rupaeda juga mengaku belum puas. Sebelum pemilu pihaknya menarget 14 kursi.

Tapi dari hitung-hitungan internal, mereka baru bisa mengamankan 10 kursi. “Kami menuju 11 kursi, saat ini sudah mengamankan 10 kursi,” yakin Isvie.

Dari data yang diperoleh Lombok Post di Dapil I NTB, Golkar berada di posisi paling juru kunci. Kalah bersaing dengan PKS, PPP, dan PDI Perjuaangan. Sekalipun begitu caleg Golkar H Misbah Mulyadi di sana berpeluang dapat kursi terakhir dari lima kursi yang diperebutkan di Kota Mataram.

“Ya (untung pak Misbah lolos),” ujarnya sembari menebar senyum.

Sementara sesuai dengan harapnnya di dapil 2 NTB, menyumbang dua kursi. Perolehan ini cukup membuat Isvie lega. Karena tidak semua targetnya ternyata meleset.

“Dapil dua Golkar dapat dua kursi,” jelasnya.

Sementara itu Caleg Golkar H Misbah Mulyadi yang juga Ketua Harian Golkar NTB, terdengar senang mendengar prediksi dirinya lolos.

“Alhamdulillah,” ujar Misbah.

Capaian ini menurutnya yang terbaik. Peluang mengamankan posisi ketua DPRD Provinsi NTB terbuka lebar dengan raihan sementara 10 kursi. “Ini menandakan golkar tetap dihati rakyat,” kata Misbah.

Ia juga bersyukur di beberapa dapil Golkar masih menunjukan taji. Semisal di Dapil Lobar-KLU Golkar diprediksi mengamankan dua kursi. Namun begitu ia berharap kader dan simpatisan Golkar tidak lengah. Mengawal perolehan suara.

“Saya sendiri tidak melakukan tabulasi internal, saya percayakan sama KPU,” ujarnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP H Muzihir termasuk yang diprediksi lolos ke parlemen Udayana. Perolehan PPP ada pada posisi setelah PKS yakni posisi ke empat di dapil I NTB, Kota Mataram dengan 23.463 suara.

Posisi ini pun sama dengan raihan PPP di Dapil II NTB Lobar-KLU yang juga berada pada posisi ke empat dengan 42.613 suara.

“Dapil Lombok Barat-KLU satu kursi,” sebut Muzihir.

Dalam hitungan internal timnya ia menyebut berhasil mengamankan tujuh kursi. PPP berpeluang duduk menjadi pimpinan dewan pada posisi wakil ketua. Berdampingan dengan PKS dan antara Golkar atau Gerindra yang saat ini tengah berebut posisi ketua.

Satu hal yang membuat Muzihir bersyukur, sekalipun sempat didera persoalan internal yang pelik. PPP ternyata tidak anjlok perolehan suaranya. Bahkan diklaim perolehan kursi meningkat di banding 2014. Dari enam kursi menjadi tujuh saat ini.

Masih segar dalam ingatan pada tanggal 15 Maret 2019 Ketua Umum PPP Romahurmuzy ditangkap KPK. Banyak yang memprediksi suara PPP bakal anjlok.

“Tidak berpengaruh,” ujarnya.

Ia bahkan melihat peluang PPP keluar sebagai partai nomor III terbesar di NTB, berdasarkan raihan suara. Kesuksesan ini diyakini karena ia melihat caleg PPP bekerja dengan maksimal. “(Kesuksesan ini) karena figur juga,” tandasnya. (zad/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks