alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Empat Toko di Kota Tua Ampenan Terbakar

MATARAM-Empat unit toko di Jalan Yos Sudarso, Kota Tua Ampenan ludes dilalap si jago merah, Selasa dini hari (5/5). Api muncul akibat korsleting arus listrik.

”Tidak ada korban jiwa. Tapi rukonya habis terbakar,” kata Kapolsek Ampenan AKP M Nasrullah, kemarin.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Salah seorang warga Sukaraja, Roni yang pertama kali melihat kemunculan api. Nasrullah mengatakan, saksi melihat percikan api dari atap ruko.

Percikan api muncul di ruko yang menjual bahan makanan cepat saji, Haifa Sosis. Tak lama setelah kemunculan bunga-bunga api, saksi mendengar ledakan. Yang diduga bersumber dari meteran listrik.

”Ledakan juga muncul dari kulkas penyimpanan makanan,” tuturnya.

Dari luar, Roni melihat bayangan api semakin membesar di bagian dalam ruko. Saat itu juga, kata Nasrullah, saksi berteriak meminta bantuan warga. Api yang terus membesar berusaha dipadamkan warga dengan alat seadanya. Air diangkut dan disiram bolak-balik ke sumber api, menggunakan ember.

Upaya warga tak mampu menjinakkan si jago merah. Api semakin membesar. Bahkan hingga membakar seluruh barang di dalam ruko. Lebih parah lagi, api juga merambat hingga ke ruko di samping Haifa Sosis.

Sadar situasi semakin berbahaya, sebagian warga menghubungi polisi dan TNI. Juga petugas pemadam kebakaran Kota Mataram. ”Petugas yang mendapatkan laporan langsung turun ke lapangan. Berusaha memadamkan api,” tuturnya.

Tak kurang ada sembilan mobil pemadam untuk mengatasi kebarakan tersebut. Damkar Kota Mataram menurunkan enam unit mobil. Dibantu tiga unit mobil water cannon dari Polda NTB dan Brimob.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, api baru bisa dikendalikan petugas sekitar pukul 07.20 Wita. ”Pagi hari sudah mulai berkurang nyalanya,” kata Suwandiasa.

Meski sudah tak terlihat lagi api saat itu, petugas masih melakukan penyiraman di lokasi kebakaran. Proses pendinginan ini memakan waktu lebih dari tiga jam. Agar bara tidak membesar menjadi api.

Suwandiasa mengatakan, kerugian yang diderita korban belum dapat dipastikan. Namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, jika dilihat dari kebakaran yang terjadi. ”Kerugiannya belum bisa dihitung ya. Karena masih ada penyelidikan dari kepolisian,” ujarnya. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pasien Korona Keluyuran, NTB Siapkan Denda Rp 50 Juta atau Penjara

Pasien positif Covid-19 wajib menjalani isolasi secara ketat. Jika pasien positif Covid-19 tersebut terbukti keluyuran sebelum dinyatakan sembuh dipastikan akan dipidana. “Ketentuan pidana dalam Perda menyebut, dikenakan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta,” kata Kepala Biro Hukum Setda NTB H Ruslan Abdul Gani, Kamis  (6/8).

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Sosialisasi dan Penilaian Lomba Kampung Sehat Sampai September

PAMATWIL Kabag Sumda Polres Bima AKP Arief Hamid menggelar asistensi dan pemantauan kesiapan desa-desa di Kecamatan Palibelo, Bima, untuk mengikuti Lomba Kampung Sehat.

Kisah Serbat Jahe Desa Langko Lobar yang Bikin Kepincut Ibu Negara

Di tengah pandemi Korona sekarang ini, stamina dan imunitas tubuh harus tetap terjaga. Nah, minuman tradisional dari Desa Langko, Lombok Barat ini patut dicoba. Bentuknya Serbat Jahe. Ibu Negara Iriana Joko Widodo saja mencobanya.

Potensi Kebakaran Hutan di NTB Tinggi, DLHK Intensifkan Pengawasan

”Petugas KPH kami sekarang patroli 24 jam di lokasi yang selama ini sering terjadi kebakaran hutan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, kemarin (6/8/2020).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks