alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Jualan di Jalur Bypass, PKL Gerbang Tembolak Diminta Taat Aturan

MATARAM-Jalur bypass sekitar area Gerbang Tembolak yang menjadi pintu masuk Kota Mataram harus steril. Tidak boleh ada aktivitas para pedagang kaki lima (PKL) berjualan di sepanjang area tersebut.

“Petugas kita, tetap akan melakukan patroli di Gerbang Tembolak. PKL harus taati aturan,” tegas Plt Kasatpol PP Kota Mataram H Mahmuddin Tura, akhir pekan lalu.

Dia menuturkan, pembangunan Monumen Mataram Metro dan Gerbang Tembolak awalnya akan dintegrasikan dengan pembangunan green belt. Namun, dia belum bisa memastikan kapan green belt akan dibangun.

“Memang di sekitar sana akan dibangun RTH (Ruang Terbuka Hijau),” kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Mataram ini.

Selain itu, lanjut dia, di tempat Lesehan Bebek Galih atau sebelah selatan Monumen Mataram Metro rencananya juga akan dibuatkan rest area atau tempat beristirahat di jalan bebas hambatan. Namun melihat kondisi sekarang, dia pesimis pembangunan green belt dan rest area bisa terlaksana dalam waktu dekat. “Kapan pastinya pembangunan ini, kita belum tahu,” singkat Tura, sapaan karibnya.

Dia tidak akan mengendorkan penertiban para PKL yang berjualan di sekitar area Gerbang Tembolak. Mengingat keberadaan PKL melanggar undang-undang lalu lintas dan sangat membahayakan. “Ini juga sesuai dengan penegasan Polresta Mataram,” ucap dia.

Saat ini, kata Tura, untuk pembangunan green belt dan rest area belum bisa diputuskan. Apalagi belum ada pembebasan lahan. Jadi mau tidak mau pihaknya akan terus melakukan penertiban para PKL agar tidak ada lagi yang berjualan di sepanjang area Gerbang Tembolak. “Yang jelas tidak boleh berjualan di area Gerbang Tembolak,” tegas dia.

Diuraikan, personel Satpol PP tetap melakukan patroli di area Gerbang Tembolak. Memastikan para PKL agar tidak berjualan. Bahkan pihaknya juga berencana akan membuat posko pengawasan di sekitar area tersebut guna memantau aktivitas para PKL yang masih ngeyel. “Kita belum bisa pastikan mana zonasi yang dibolehkan dan tidak untuk berjualan. Sebab, belum ada  pembebasan lahan untuk pembangunan green belt dan rest area,” cetus dia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman menambahkan, untuk pembangunan green belt dan rest area di sekitar area Gerbang Tembolak belum ada anggaran. Apalagi saat ini belum ada pembebasan lahan. “Anggaran sekarang tidak ada untuk pembebasan lahan pembuatan green belt dan rest area,” tutur Miftah, sapaan karibnya. (jay/r3)

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks