alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Optimalisasi Penanganan Sampah di Mataram Dengan CSR Perusahaan

MATARAM-Pemkot Mataram tak bisa menangani persoalan sampah sendirian. Butuh dukungan dan bantuan dari semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan sampah perkotaan.

“Selain mengandalkan APBD, persoalan sampah harus melibatkan pengusaha. Perusahaan, BUMN, BUMD juga harus terlibat karena CSR mereka juga banyak,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Abd. Rachman.

Keberadaan perusahaan tersebut selama ini banyak mendapat keuntungan usaha di Kota Mataram. Maka mereka juga punya kewajiban dan tanggung jawab berkontribusi menyelesaikan persoalan sampah ini. Terlebih persoalan sampah ini bukan masalah baru.

“Tanpa menggerakkan semua sektor masyarakat, masalah sampah ini tidak akan selesai. Harus keroyokan,” ucapnya.

Wali kota diminta aktif berkomunikasi menggandeng perusahaan. Membangun kepedulian mereka agar tak tinggal diam melihat permasalahan kota. Kemudian inovasi juga harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah sampah.

“Kita punya balitbang, mana inovasi yang cocok untuk kota Mataram? Harus disiapkan  karena Kota Mataram menjadi serbuan masayarakat di luar kota mencari nafkah, (pendidikan dan kesehatan). Wajar kemudian masalah yang dihadapi kompleks,” paparnya.

“Kami juga di anggota DPRD siap bekerja sama bahu membahu. Masalah sampah ini bukan hanya tanggung jawab wali kota, tapi kita semua,” sambungnya.

Politis Gerindra ini mengatakan dirinya siap mengalokasikan Pokir untuk penanganan sampah. Misalnya untuk pengadaan kendaraan pengangkut sampah hingga kontainer tempat penampungan sampah. Meskipun partainya bukan pengusung pasangan Harum (H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman). “Sekali lagi, sampah ini bukan hanya masalah wali kota tetapi masalah kita bersama. Jadi kita semua punya tanggung jawab,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram Irwansyah mengatakan kondisi kendaraan pengangkut sampah banyak yang sudah tua. “60 persen kendaraan pengangkut sampah sudah tua. Ada kendaraan tahun 1995 yang masih digunakan sampai sekarang,” katanya.

Kalau berbicara dari volume sampah, kendaraan yang ada saat ini juga belum sesuai dengan volume sampah per hari di Kota Mataram yang mencapai 320-340 ton. Total ada 33 unit dump truck, 18 unit amrol, 15 unit roda tiga dan 12 pikap. Sehingga ke depan secara bertahap kendaraan pengangkut sampah diharapkan bisa ditambah sesuai kemampuan anggaran daerah. (ton/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks