alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Dewan Temukan Abon Kedaluwarsa Dalam Peket JPS Mataram

MATARAM-Pansus penagawasan penanganan covid DPRD Kota Mataram membuktikan amburadulnya pengadaan jaring pengaman sosial (JPS). ”Kita temukan abon kedaluwarsa. Expirednya sampai 25 Juni,” kata Ketua Pansus pengawasan penanganan covid Abd. Rachman.

Abon kedaluwarsa ditemukan pansus ketika sidak. Ke gudang milik rekanan CV Niaga Jaya Mandiri, di Karang Bedil.

Pansus juga mendatangi gudang milik CV Bangil Persada. Namun, ruko yang dijadikan gudang dari CV Bangil, tertutup saat didatangi, Jumat pagi, 3 Juni.

Di gudang milik CV Niaga Jaya masih banyak tersisa paket JPS yang tidak disalurkan. Dari sisa paket itu, ditemukan abon yang kedaluwarsa. Yang masih tersimpan rapi di dalam kardus JPS Kota Mataram.

Saat ditemukan pansus, rekanan menyebut akan membuang abon tersebut. Kata Rachman, seharusnya makanan kedaluwarsa sudah dibuang jauh-jauh hari. Bukan dimasukkan ke dalam paket yang siap dikirim.

”Siapa yang jamin itu tidak akan sampai ke masyarakat. Kalau saja tidak kita sidak ini, bisa saja barangnya malah disalurkan,” ujar Rachman.

Baca Juga :  Baznas Lotim Bantu Pemda Tangani Dampak Korona

Selain abon kedaluwarsa, item di JPS banyak yang merupakan barang pabrikan. Seperti biskuit. Seharusnya pemkot bisa memberdayakan Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM), untuk menyuplai kebutuhan di JPS.

”Itu akan kita usulkan ke Dinsos. Soal memberdayakan pengusaha lokal,” tuturnya.

Wakil Ketua Pansus Nyayu Ernawati tak habis pikir dengan amburadulnya pengelolaan JPS. Ditambah lagi dengan hasil sidak yang kemarin ditemukan pansus. ”Ini sampai berjamur abonnya lho,” kata Nyayu.

Senada seperti Rachman, Nyayu menyayangkan minimnya keterlebihan UMKM asal Kota Mataram. Padahal, dia percaya banyak UMKM mampu untuk menyuplai kebutuhan yang ada di paket JPS.

”Jangankan sekadar biskuit, alat rapid tes itu saja bisa kita bikin di sini,” tutur politisi PDI Perjuangan ini.

Kedatangan Pansus pengawasan penanganan covid DPRD Kota Mataram tak disangka CV Niaga Jaya. Di gudang yang seharusnya hanya berisi paket bantuan, bercampur dengan aktivitas pertukangan.

Baca Juga :  Penanganan Korona Mahal, Tahap Awal Mataram Sudah Habiskan Rp 3 Miliar

Adapun mengenai barang kedaluwarsa, Ujus dari CV Niaga Jaya berdalih abon tersebut akan mereka buang. Tidak akan disalurkan untuk masyarakat. Paket yang masih tersimpan di gudang, pun merupakan sisa. Dari kuota penyaluran JPS sebelumnya.

”Itu kelebihan. Kita berpikir kuotanya tetap, ternyata ada pengurangan. Tidak akan kita bagikan untuk masyarakat ini,” kata Ujus.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan JPS Multazam mengatakan, sama sekali tidak mengetahui aktivitas di tempat penyedia. Termasuk keberadaan abon kedaluwarsa.

”Belum ada kontrak penyedia dengan kami,” katanya.

Paket bantuan yang ditemukan pansus, disebut Multazam bukan JPS yang akan didistribusikan ke masyarakat. Meski di kardus tersebut tertempel stiker soal bantuan JPS dari Kota Mataram. ”Untuk penyaluran tahap kedua maupun ketiga, kita belum pilih rekanan,” tandas Multazam. (dit/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/