alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Dewan Temukan Abon Kedaluwarsa Dalam Peket JPS Mataram

MATARAM-Pansus penagawasan penanganan covid DPRD Kota Mataram membuktikan amburadulnya pengadaan jaring pengaman sosial (JPS). ”Kita temukan abon kedaluwarsa. Expirednya sampai 25 Juni,” kata Ketua Pansus pengawasan penanganan covid Abd. Rachman.

Abon kedaluwarsa ditemukan pansus ketika sidak. Ke gudang milik rekanan CV Niaga Jaya Mandiri, di Karang Bedil.

Pansus juga mendatangi gudang milik CV Bangil Persada. Namun, ruko yang dijadikan gudang dari CV Bangil, tertutup saat didatangi, Jumat pagi, 3 Juni.

Di gudang milik CV Niaga Jaya masih banyak tersisa paket JPS yang tidak disalurkan. Dari sisa paket itu, ditemukan abon yang kedaluwarsa. Yang masih tersimpan rapi di dalam kardus JPS Kota Mataram.

Saat ditemukan pansus, rekanan menyebut akan membuang abon tersebut. Kata Rachman, seharusnya makanan kedaluwarsa sudah dibuang jauh-jauh hari. Bukan dimasukkan ke dalam paket yang siap dikirim.

”Siapa yang jamin itu tidak akan sampai ke masyarakat. Kalau saja tidak kita sidak ini, bisa saja barangnya malah disalurkan,” ujar Rachman.

Selain abon kedaluwarsa, item di JPS banyak yang merupakan barang pabrikan. Seperti biskuit. Seharusnya pemkot bisa memberdayakan Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM), untuk menyuplai kebutuhan di JPS.

”Itu akan kita usulkan ke Dinsos. Soal memberdayakan pengusaha lokal,” tuturnya.

Wakil Ketua Pansus Nyayu Ernawati tak habis pikir dengan amburadulnya pengelolaan JPS. Ditambah lagi dengan hasil sidak yang kemarin ditemukan pansus. ”Ini sampai berjamur abonnya lho,” kata Nyayu.

Senada seperti Rachman, Nyayu menyayangkan minimnya keterlebihan UMKM asal Kota Mataram. Padahal, dia percaya banyak UMKM mampu untuk menyuplai kebutuhan yang ada di paket JPS.

”Jangankan sekadar biskuit, alat rapid tes itu saja bisa kita bikin di sini,” tutur politisi PDI Perjuangan ini.

Kedatangan Pansus pengawasan penanganan covid DPRD Kota Mataram tak disangka CV Niaga Jaya. Di gudang yang seharusnya hanya berisi paket bantuan, bercampur dengan aktivitas pertukangan.

Adapun mengenai barang kedaluwarsa, Ujus dari CV Niaga Jaya berdalih abon tersebut akan mereka buang. Tidak akan disalurkan untuk masyarakat. Paket yang masih tersimpan di gudang, pun merupakan sisa. Dari kuota penyaluran JPS sebelumnya.

”Itu kelebihan. Kita berpikir kuotanya tetap, ternyata ada pengurangan. Tidak akan kita bagikan untuk masyarakat ini,” kata Ujus.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan JPS Multazam mengatakan, sama sekali tidak mengetahui aktivitas di tempat penyedia. Termasuk keberadaan abon kedaluwarsa.

”Belum ada kontrak penyedia dengan kami,” katanya.

Paket bantuan yang ditemukan pansus, disebut Multazam bukan JPS yang akan didistribusikan ke masyarakat. Meski di kardus tersebut tertempel stiker soal bantuan JPS dari Kota Mataram. ”Untuk penyaluran tahap kedua maupun ketiga, kita belum pilih rekanan,” tandas Multazam. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Pemkab Loteng Persilakan Ibu Hamil Kerja Dari Rumah

          PRAYA-Bupati Loteng HM Suhaili FT mengeluarkan surat edaran (SE) terbaru terkait sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). “Ini karena belum terkendalinya penyebaran covid-19,” ujar juru bicara gugus tugas Covid-19 Loteng HL Herdan, Kamis (6/8) lalu.

Bila Rinjani Tak Dirawat, Status Geopark Dunia Bisa Dicabut

Status Rinjani sebagai geopark dunia bisa dicopot Unesco bila tidak dijaga dengan baik. Karena itu, kekayaan alam di kawasan Rinjani harus tetap dilestarikan. ”Selain sebagai geopark dunia Rinjani juga merupakan cagar biosfer dunia, kita harus sungguh-sungguh mengelolanya,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah

RSUD NTB Kini Lebih Siaga, Cegah Jenazah Korona Diambil Paksa

Jemput paksa jenazah pasien covid-19 kerap terjadi akhir-akhir ini. Insiden itu membahayakan semua pihak. Beberapa upaya coba dilakukan pihak rumah sakit untuk mencegah kejadian serupa.

Target Emas, NTB Kirim Sembilan Petinju ke PON Papua

Bumi Gora meloloskan sembilan petinju ke PON Papua 2021. Salah satunya petinju putri Endang. Dia ditargetkan bisa menyumbangkan medali emas. ”Saya akan berusaha yang terbaik. Target pasti yang terbaik,” ujar Endang, Jumat (7/8) lalu.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks