alexametrics
Selasa, 16 Agustus 2022
Selasa, 16 Agustus 2022

Kuliah Magister di UIN Mataram, Mahasiswi Hindu Lulus Cumlaude

MATARAM-Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram berhasil menghadirkan pendidikan tinggi keagamaan yang inklusif dengan semangat moderasi beragama. Itu ditandai dengan kelulusan Ni Ketut Mayoni, salah satu mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam yang beragama Hindu mendapat predikat cumlaude saat wisuda ke-43 UIN Mataram, Sabtu (30/7) lalu.

“Ya, saya salah satu mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam yang diwisuda akhir bulan lalu,” kata Ni Ketut Mayoni.

Perempuan yang kini berusia 53 tahun tersebut masuk di UIN Mataram tahun 2020 lalu. Ia memilih melanjutkan kuliah Magister Manajemen Pendidikan Islam di UIN Mataram karena selaras dengan tugasnya sebagai kepala sekolah di SDN 2 Batunyala, Praya Tengah, Lombok Tengah.

“Bagi saya pribadi, mencari ilmu atau menuntut ilmu bisa di mana pun. Kebetulan di UIN Mataram ini ada beberapa rekan saya di Guru Penggerak juga kuliah di sini. Dan saya pikir kenapa tidak saya juga menimba ilmu di sini,” aku ibu dua anak tersebut.

Baca Juga :  Biaya Politik Mahal Jebak Anggota Dewan Korupsi

Mayoni mengaku merasa nyaman kuliah di UIN Mataram. Tidak ada diskriminasi sedikit pun yang ia rasakan. “Sebaliknya saya merasakan toleransi luar biasa dari teman-teman sesama mahasiswa dan dosen yang mengajar kami. Karena belajarnya tatap muka langsung tidak daring atau online selama dua kali dalam seminggu,” tuturnya.

Ia mengikuti semua mata kuliah dengan baik. Termasuk mata kuliah Quran dan Hadist. Mayoni mengaku banyak nilai-nilai baik dan positif yang bisa diambil dari mata kuliah tersebut meski ia memiliki keyakinan agama yang berbeda dengan rekan-rekannya.

“Cara dosen menyampaikan itu sangat toleran. Jadi saya bisa mengambil nilai-nilai baik dari mata kuliah yang disampaikan. Tujuannya kan saya mencari ilmunya,” asal Singaraja Bali itu.

Berkat ketekunan dan kesungguhan Mayoni menempuh studi di UIN Mataram, ia pun lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. “Saya lulus dengan predikat cumlaude. IPK saya 3,80. Suami dan anak-anak saya datang saat saya wisuda,” kata perempuan asal Bali yang tinggal di Lombok sejak tahun 1989 tersebut.

Baca Juga :  Mataram Pearl Festival siap Digelar 17-20 November

Sementara Rektor UIN Mataram Prof Masnun Tahir mengapresiasi semangat belajar Ni Ketut Mayoni, meski menjadi satu satu-satunya mahasiswa pascasarjana non-muslim. Duduk bersanding kuliah dengan para ustadz dan ustadzah tak membuatnya minder, justru bersemangat.

“Tentu ini bisa dijadikan percontohan yang sangat baik terlebih lagi dalam konteks membangun moderasi beragama,” kata rektor.

Ini menjadi bukti kongkret di UIN Mataram telah mampu mencetak lulusan Manajemen Pendidikan Islam dari kalangan non muslim. Dikatakan Masnun, core value dari UIN Mataram adalah cendekia, terbuka dan unggul. Sehingga siapa pun punya kesempatan yang sama untuk belajar. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/