alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Pemkot Mataram Janji Tanggung Sembako untuk Keluarga Terdampak Korona

MATARAM-Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bakal menanggung sembako bagi keluarga terdampak virus Korona. Khususnya keluarga miskin.

“Kita siapkan Rp 28 miliar. Bantuan ini akan kita salurkan setiap bulan. Sampai Oktober mendatang,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh usai rapat tertutup dengan BI, Bulog, dan sejumlah kepala OPD di Aula Pendopo, kemarin.

Merebaknya Covid-19 membuat warga miskin kehilangan pekerjaan. Banyak diantara mereka yang tidak bisa berjualan lantaran Korona.

Bantuan sembako ini menjadi langkah pemkot Mataram untuk mengurangi beban mereka. Selain bantuan dari pemkot, bantuan juga akan diberikan dari pemerintah pusat. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban warga,” harap Ahyar.

Tak hanya warga miskin, lanjutnya, namun juga warga yang statusnya orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) juga akan mendapat bantuan. Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kita ingin warga tidak keluar rumah jika tak ada yang penting,” tegas orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Ahyar  menegaskan, warga tidak perlu khawatir dengan ketersedian bahan pokok. Minyak, beras, daging, dan gula stoknya tetap ada. Bahkan sampai empat bulan ke depan, ketersediaan bahan pokok tetap ada. “Semuanya ada. Tak perlu khawatir,” ujar Ahyar.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati mengatakan, pihaknya diminta Pemprov NTB untuk melakukan verifikasi faktual (verfal) kepada 8.025 KK miskin di Kota Mataram. Ia diminta memberikan data sebanyak itu untuk menerima bantuan sembako bagi warga yang terdampak Covid-19. “Ini bantuannya langsung dari pemerintah pusat,” ucapnya.

Dari data Dinsos, tercatat ada 22 ribu lebih KK mendapat bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat miskin. Dari jumlah tersebut, 17 ribu lebih KK juga menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kita akan cek dulu. Biar tidak tumpang tindih bantuannya,” ucap Asna.

Untuk bantuan PKH, kata dia, disalurkan tiga bulan sekali. Sementara bansos, satu bulan sekali. “Datanya segera kita siapkan. Kita verifikasi dulu,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bappeda Kota Mataram H Amiruddin mengatakan, pihaknya akan merevisi anggaran di setiap OPD. Karena, dana Rp 28 miliar itu merupakan dana peralihan dari  masing-masing OPD. “Kita alihkan dulu dana di masing-masing OPD untuk penanganan Covid-19,” kata Amir.

Sementara itu, Kepala Bidang Komersial Bulog NTB Eri Nurul Hilal, k menjamin ketersediaan beras untuk warga NTB hingga enam bulan ke depan. “Stok beras di gudang Bulog mencapai 37 ribu ton,” katanya.

Dikatakan, kebutuhan beras masyarakat NTB hanya sekitar 6 ribu ton per bulan. Sedangkan di Kota Mataram kebutuhan per bulannya sekitar 1.800 ton. Atau 22 ribu ton per tahun.

Sesuai dengan arahan Menteri Sosial, kata Eri, cadangan beras pemerintah (CBP) akan dikeluarkan 100 ton untuk setiap kabupaten/kota. CBP dialokasikan pada saat bencana. Seperti gempa dan banjir. Pun juga dengan bencana non alam seperti merebaknya Covid-19.

“Berapa yang dikeluarkan tergantung kebutuhan dari kabupaten/kota,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli mengatakan, untuk hasil panen beras di Kota Mataram satu hektare menghasilkan 6,5 ton sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS). Namun di lapangan bisa sampai 7 ton. Bahkan di titik-titik tertentu mencapai 8 ton per hektare. “Tiggal dikalikan saja dengan luas lahan pertanian 1.500 hektare,” ucapnya. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks