alexametrics
Selasa, 20 April 2021
Selasa, 20 April 2021

Cuaca Ekstrem Masih Terjadi, Warga Diminta Waspada

MATARAM-Cuaca ekstrem di Kota Mataram dan sekitarnya diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram meminta warga tetap waspada.

“Angin kencang disertai hujan deras masih berpotensi. Tetap waspada. Terutama bagi warga yang sedang beraktivitas di luar rumah,” kata Kepala BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noor, Selasa (6/4/2021).

Tak hanya itu, genangan di beberapa titik jalan juga kemungkinan masih akan terjadi jika hujan deras dengan durasi lama mengguyur Kota Mataram. Misalnya di Jalan Raden Mas Panji Anom. “Tapi kabarnya, Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) sudah melakukan normalisasi sungai di sekitar tempat ini,” ungkapnya.

Selain di Jalan Raden Mas Panji Anom, ada beberapa titik yang juga berpotensi tergenang. Di antaranya simpang empat Tanah Haji, Jalan Airlangga, dan Jalan Dr Sudjono depan kompleks perkantoran Pemkot Mataram di Lingkar Selatan.

Tak hanya itu, Kali Ancar di Kekalik juga tetap dalam pengawasan. Sampah atau material lainnya yang ada di Sungai Ancar bisa menjadi pemicu meluapnya air. “Di Jembatan Kekalik terus kita pantau,” kata Fudin, sapaan karibnya.

Menurutnya, sebagian besar genangan yang terjadi di sejumlah titik dipicu karena pendangkalan saluran akibat sampah. Sehingga air meluber ke jalan. “Sudah tiga bulan ini Dinas PUPR Kota Mataram melakukan pengangkatan sedimentasi,” ujar dia.

Disamping itu, Fudin juga membuat posko bencana dengan melibatkan TNI dan Polri. Bahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan logistik bagi warga yang terdampak bencana. “Kita juga siapkan sembako,” tutur dia.

Fudin mengatakan, prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Kota Mataram berpotensi hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi. Bahkan kemungkinan disertai petir dan angin kencang. “Sekali lagi, kita harus tetap waspada,” pesannya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengangkatan sedimentasi di sejumlah titik rawan genangan. Seperti di Lingkungan Karang Buaya, Pagutan pihaknya melakukan pengangkatan sedimentasi di Sungai Unus.

“Kalau tidak ada sampah, air akan lancar di sungai ini,” kata Miftah, sapaan karibnya.

Menurutnya, meluapnya Sungai Unus di Lingkungan Karang Buaya, Pagutan terjadi karena pendangkalan. Disamping itu, banyaknya sampah membuat air tersumbat dan meluber ke jalan. Namun kini kondisi air di sungai tersebut sudah normal.

“Tapi untuk lebih amannya, air Sungai Unus yang datang dari timur Simpang Empat Dasan Cermen ini harus dibagi. Tidak hanya turun ke Lingkungan Karang Buaya, melainkan juga dibawa ke arah selatan Jalan Dr Sudjono Dasan Cermen hingga ke RTH Pagutan,” tandasnya. (jay/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks