alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

Bantuan JPS Mataram Malah “Nyasar” ke Orang Kaya

MATARAM-Kisruh data penerima Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kota Mataram terus bergulir. Politisi PDIP Nyayu Ernawati kembali mengungkap fakta menarik, ada pemilik hotel memperoleh bantuan JPS untuk. “Untungnya pemilik hotel itu punya kesadaran menolak bantuan,” katanya.

Pemilik hotel yang dimaksud yakni Made Adiyasa Kurniawan pemilik Hotel Nutana yang terletak di jalan Airlangga Selatan no 14. Gomong Timur. Melalui akun Facebooknya  ia mengklarifikasi bantuan itu. Ia merasa tak layak menerima dan menyerahkan paket tersebut ke warga yang lebih membutuhkan.

Fakta ini dibawa Nyayu dalam rapat kerja antara DPRD Kota Mataram dengan Pemkot Mataram di gedung DPRD Kota Mataram, kemarin (5/5). “Ini yang baru terungkap tumpang tindih dan salah sasaran, belum yang lain,” imbuhnya dengan nada tinggi.

Tidak hanya itu, Erna mencecar Dinas Sosial (Dinsos) yang berkomitmen melibatkan UMKM sebagai produsen item paket JPS. “Dulu katnaya akan ada abon ternyata isinya sarden,” sesalnya.

Dua tahap distribusi JPS Mataram, sejauh ini dinilai hanya untungkan pengusaha luar. Padahal JPS bukan hanya buat masyarakat terdampak. Tetapi melindungi ekonomi daerah dari dampak Pandemi Covid-19. “Seharusnya dana itu untuk memberdayakan UMKM kita,” tegas Ketua Fraksi PDIP Kota Mataram itu.

Politisi PDIP lainnya I Gede Wiska, mempertanyakan mengapa RT dan kepala lingkungan tidak dilibatkan dalam  proses pendataan. “Ini ada satu lingkungan di Kota Mataram, itu sebanyak 74 KK tidak menerima PKH dan JPS provinsi,” tuturnya.

Setelah JPS Mataram turun, ternyata hanya 4 KK yang mendapat bantuan. Sehingga masih ada 70 KK yang belum tersentuh sama sekali. “Saya kira karena ini tidak melibatkan RT yang lebih tahu kondisi warganya,” sesalnya.

Sementara itu, menanggapi ada pemilik hotel dapat bantuan, pemkot beralasan menggunakan data Basis Data Terpadu (BDT) dalam penyaluran bantuan. “Jadi ukuran BDT itu mayarakat yang terdampak ekonomi oleh covid ini,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito.

Faktanya tidak hanya masyarakat kecil dan menengah terdampak ekonomi. Tetapi para pengusaha ikut terdampak oleh Covid-19. “Informasi ini akan jadi evaluasi sehingga kami pastikan ke depan pemilik hotel itu tidak masuk dalam bantuan lagi,” janjinya.

Data BDT disebut belum sempurna. Sehingga butuh masukkan untuk memperbaikinya. “Kami ingin mengawinkan BDT dengan data RT atau lingkungan kalau ada yang mengusulkan nanti,” ujarnya.

Di kesempatan itu Eko juga mengkoreksi jumlah penerima JPS. Sekalipun sudah masuk dalam perencanaan penerima sebanyak 26 ribu, namun kembali disusutkan  jumlah penerimanya. “Sebanyak 22.442 KK,” terangnya.

Tapi Eko terlihat percaya diri dengan JPS Mataram. Dia membandingkan dengan JPS Gemilang milik Pemprov NTB yang itemnya belum lengkap. “Kalau kami kan sudah terpacking dengan rapi dan lengkap,” bandingnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Mataram Baiq Asnayati berdalih UMKM tidak dilibatkan dalam dua kali tahap peyaluran JPS Mataram karena belum ada UMKM yang siap. “Kita tahu JPS ini mulai didistribusikan pada 27 April sehingga sangat mepet waktunya mengadakan barang yang banyak,” katanya.

Asna berjanji di tahap berikutnya UMKM dilibatkan. “Kami sangat terbuka tentu dalam pelibatan UMKM,” tegasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks