alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Tanpa Masker, Pemkot Mataram Larang Pedagang Pasar Berjualan

MATARAM-Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram membuat aturan baru. Khusus untuk pasar tradisional.

Dalam aturan itu, pedagang di dilarang berjualan jika tak mengenakan masker. “Kalau ada pedagang tidak bawa makser, kita suruh pulang,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram H Amran M Amin, Senin (6/7).

Pasar tradisional menjadi salah satu tempat penyebaran Korona di Kota Mataram. Banyak pedagang, buruh, tukang parkir, enggan menggunakan masker ke pasar. Parahnya lagi, jarak antara lapak yang satu dengan yang lain, jauh dari protokol pencegahan Covid-19. “Kalau pedagang masih mau jualan, ya pakai masker. Kalau sudah bosan, ya tidak usah pakai masker,” sindir Amran kepada pedagang.

Amran tidak setuju jika pemerintah dikatakan kurang sosialisasi dalam melakukan pencegahan penyebaran virus Korona. “Mulut kita ini hanya pakai sosialisasi terus,” kesal mantan Kadispora Kota Mataram ini.

Menurutnya, kesadaran masyarakat mencegah penyebaran Korona sebenarnya sudah cukup tinggi. Namun, ia tidak menampik jika ada segelintir pedagang yang masih menyepelakan virus ini. “Sekarang kita akan ambil langkah lebih tegas untuk pedagang yang masih pagah (keras kepala),” ancamnya.

Sementara Kepala Pasar Mandalika Ismail mengaku sudah membagikan masker kepada semua pedagang. Bahkan masker yang diberikan kepada pedagang tidak hanya satu, namun sudah tiga. Tapi, tetap saja ada beberapa pedagang yang tidak memakainya.

“Masker ini juga kita berikan ke pengunjung pasar,” ucapnya.

Di Pasar Mandalika, kata dia, setiap pengunjung atau pedagang yang masuk ke pasar harus melalui bilik disinfektan. Ini dilakukan guna menghindari penularan virus Korona. (jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Tiga Ribu Desa di Indonesia Tanpa Listrik, 11 Ribu Tak Ada Internet

Peresmian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 oleh Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta kemarin (10/8) menjadi hari bersejarah untuk warga Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Sebab saat itu juga warga bisa merasakan listrik sekaligus sambungan internet.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks