alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Warga Tutup Pintu Masuk Pantai Mapak Indah

MATARAM-Warga menutup pintu masuk ke Pantai Mapak Indah, Sekarbela, Mataram. Akibatnya, sejumlah kendaraan pengusaha di pesisir pantai tidak bisa keluar. Bahkan dengan penutupan ini pengusaha sangat dirugikan.

“Kita melihat ada damp truk menaruh batu ke jalan,” kata Yeni, pengusaha setempat.

Pada saat kejadian Jumat lalu ia sedang di lokasi. Sekitar pukul 15.00 Wita damp truk menaruh batu ditengah jalan. Sehingga kendaraan tidak bisa melintas.

Atas penutupan ini, Yeni langsung menghadap kepala lingkungan (kaling), lurah, dan camat. Waktu itu para pejabat ini tidak bisa ditemui.

Namun setelah dua hari baru bertemu lurah dan kaling. “Alasan penutupan jalan karena masalah talud ke pantai,” ujar Yeni.

Apapun alasannya, Yeni keberatan. Apalagi penutupan dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya. “Kita minta lurah dan camat melakukan mediasi,” pintanya.

Sampai saat  ini Yeni tidak bisa menemui camat untuk menanyakan persoalan ini. “Ini kan jalan umum,” kesalnya.

Yeni tidak terima jika penutupan akses pintu masuk Pantai Mapak Indah mengatasnamakan masyarakat. Karena kata dia, hanya segelintir orang yang menutup akses ini. “Sejumlah warga bekerja di sini,” ujarnya. Sebagai orang yang membuka usaha ia dirugikan. Apalagi lahan di pesisir pantai ini ia menyewa.

Pemilik Lahan H Mahendra Irawan juga tidak tahu persoalan hingga warga menutup akses jalan pintu masuk Pantai Mapak Indah.

Menurutnya, sejauh ini tidak ada kesalahan fatal dilakukan. Apalagi di sini yang kerja juga orang sekitar. “Bukan hanya keluarga saya saja,” ujarnya.

Dia melihat penutupan akses masuk Pantai Mapak Indah tak ada dasar. Bahkan ia mendatangi kepala lingkungan (kaling) ke rumahnya terkait persoalan ini. Namun anehnya kaling memilih sembunyi. Begitu juga lurah tidak ditahu persoalannya.

Ia tidak ingin persoalan ini terjadi karena ada gesekan politik atau sentimen pribadi. “Mari kita duduk bersama selesaikan persoalan ini,” pintanya.

Awan ingin jika ada persoalan bisa diselesaikan baik-baik. Jangan seperti menutup jalan dengan membawa nama warga dan lingkungan. “Saya ini orang Karang Genteng. Kami ingin permasalahan ini bisa diselesaikan baik-baik,” pungkasnya.

Camat Sekarbela M Yusuf tidak tahu persis terkait penutupan jalan pintu masuk pantai Mapak Indah. Namun ia melihat ada kesalahapahaman antara warga dengan pemilik lahan di pesisir Pantai Lingkungan Mapak Indah. “Apa masalahnya. Kita akan carikan solusi,” kata dia.(jay/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks