alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Pembangunan Lapak PKL Lelet

MATARAM-Pengerjaan fisik pembangunan pusat wisata kuliner bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) di eks Pelabuhan Ampenan belum terlihat. Padahal, Pemkot Mataram telah menetapkan pemenang tender yaitu CV Graha Utama, pada 21 Agustus lalu.

Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura berdalih, pengerjaan fisik belum terlihat karena kontraktor masih menyiapkan bahan dan alat.

“Sekarang memang belum ada pengerjaan, karena rangka baja dan segala macam masih dikerjakan di bengkel jadi belum terlihat pengerjaan fisik,” tegasnya, kemarin (6/9).

Pantauan Lombok Post di lapangan, lokasi pembangunan lapak PKL belum dipasangi apa-apa. Misalnya papan pengumuman atau spanduk, agar pengunjung dan PKL mengetahui, akan ada aktivitas pembangunan.

Mantan Kadis PUPR Kota Mataram ini menyebut, pemkot akan tetap mengawasi aktivitas rekanan. Karena berdasarkan kontrak, pengerjaan fisik lapak PKL yang semula dibangun dari 37 unit menjadi 18 unit itu harus selesai pada Desember 2019.

“Kami akan terus kejar rekanan itu, sebab kontraknya sampai dengan akhir desember,” kata Tura.

Selain mengawasi, pihaknya akan menagih deadline pemenang tender. Tura menegaskan, rekanan harus membuat time schedule network planning. Supaya pemerintah tahu bagaimana progres pengerjaan fisik. Begitu juga dengan Deviasi yang tidak boleh melebihi 10 persen.

Bila deviasi lebih dari itu dan tidak ada pergerakkan, maka pemkot akan mengevaluasi rekanan dan Dinas Pariwisata Kota Mataram dalam waktu dekat ini. “Insya Allah, 15 September nanti, kita akan evaluasi,” tegasnya.

Diketahui, pengurangan jumlah lapak PKL bukan karena keterbatasan anggaran. Tetapi, lebih disesuaikan dengan luas lahan eks pelabuhan ampenan, yang berbatasan langsung dengan roi pantai. Berdasarkan aturan Kementerian PUPR RI, bila ada pembangunan, jarak gedung harus mundur sejauh 35 meter dari roi pantai.

Sehingga nilai pagu paket proyek yang awalnya Rp 3,6 miliar, menjadi berkurang berdasarkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) paket yang tertera di LPSE menyusut menjadi Rp 2,6 miliar. “Nanti sisanya akan jadi SiLPA atau dikembalikan ke pusat, kita belum tahu yang penting kita harus segera realisasikan proyek ini,” tutup Tura. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)
Enable Notifications    Ok No thanks