alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Relaksasi Pajak, Pengusaha Hotel Ucapkan Terima Kasih ke Wali Kota Mataram

MATARAM-Kebijakan Pemkot Mataram memberikan relaksasi pajak kepada pengusaha perhotelan dan wajib pajak lainnya mendapat apresiasi sejumlah pihak. Kebijakan ini dirasakan membantu masyarakat dan pengusaha perhotelan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Kebijakan ini diharapkan juga dilakukan pemerintah pusat. “Pemerintah pusat, Presiden Jokowi atau menteri-menterinya harusnya juga membuat kebijakan seperti Wali Kota Mataram dalam masa Covid yang tidak jelas kapan berakhir,” pinta Direktur CV Filar Mandiri H Salman kepada Lombok Post.

Kebijakan penghapusan denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang di lakukan Pemkot Mataram dinilai sangat tepat. Karena dampaknya akan dirasakan oleh pengusaha dan wajib pajak.

Untuk itu, ia meminta pemerintah pusat dalam kondisi seperti ini bisa membebaskan masyarakat dari denda pelaporan yang muncul akibat perubahan sistem pelaporan pajak.

Terlebih aturan yang dibuat pemerintah belum dipahami semua pengusaha. Kemudian ia juga meminta pemerintah pusat menurunkan suku bunga bank untuk pengusaha terdampak Covid-19.

Baca Juga :  113.692 Rumah Belum Tertangani, Yang Rampung Baru 8.938 Unit Rumah

“Stop pembayaran iuran BPJS Tenaga Kerja selama Covid-19 untuk pengusaha karena usaha banyak yang tutup dan merugi akibat kondisi pasar yang tidak jelas. Pihak BPJS juga stop melakukan penagihan iuran dengan menggunakan jasa pengacara negara dari kejaksaan,” pintanya.

Ini menurutnya membawa dampak pada tekananan mental yang bisa menyebabkan menurunnya imun masyarakat dalam melawan Covid-19. Termasuk pemerintah daerah diharapkan juga untuk menghentikan pungutan-pungutan terhadap pengusaha pekerja proyek fisik selain pajak wajib.

“Karena kondisi harga barang material  pasaran saat ini kenaikan harganya tidak dapat dikendalikan oleh pemerintah secara nasional maupun regional,” sesalnya.

Sementara para pengusaha hotel di Kota Mataram mengucapkan terima kasihnya ke Wali Kota Mataram. Ketua Asosiasi Hotel Mataram Yono Sulistyo mewakili pengusaha hotel lainnya menilai kebijakan relaksasi PBB akan membantu operasional hotel.

Baca Juga :  Sudah Direvitalisasi, MCC Jangan Mati Suri Lagi

“Karena bagi hotel yang memiliki area luas, relaksasi PBB bisa membantu kami hemat anggaran Rp 25-50 juta lebih,” ujarnya kepada Lombok Post.

Lampu hijau relaksasi yang diberikan Pemkot Mataram ini tentu akan membantu hotel untuk biaya operasional. Meskipun Tahun lalu persentase relaksasi yang didapatkan lebih besar yakni 75 persen. Namun karena kondisi tahun ini bisnis perhotelan disebutnya sedikit membaik daripada tahun lalu, maka relaksasi PBB 50 persen dirasakan sudah sangat baik.

“Kami dari industri perhotelan berterima kasih kepada wali kota yang peduli terhadap kelangsungan usaha perhotelan di Kota Mataram,” ucap Yono yang menjabat General Manager Fave Hotel Mataram itu.

Para pengusaha hotel ini mengaku sudah dihubungi oleh BKD Kota Mataram. Terkait permintaan untuk melengkapi surat dan dokumen justifikasi diberikan relaksasi. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/