alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Covid Terkendali, Investasi Masuk ke Mataram Tumbuh Lagi

MATARAM–Modal Asing (Luar Negeri) yang investasi di Kota Mataram selama tahun 2020 masih di angka puluhan miliar.

“Penanaman Modal Asing (PMA) berkisar Rp 42,8 Miliar pada tahun 2020,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kota Mataram H Amiruddin, kemarin (5/9).

Jumlah ini jauh lebih kecil dibanding dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di tahun yang sama yang membukukan angka Rp 606,8 miliar.

“Jadi PMDN masih lebih mendominasi di banding PMA di kota di tahun 2020,” imbuh mantan Kepala Bappeda itu.

Pria ramah itu menjelaskan, dari sisi target sepanjang tahun 2020, nilai total gabungan dana segar PMA dengan PMDN belum mampu memenuhi target investasi.

“Target di tahun 2020 itu dana segar yang diharapkan masuk ke kota Rp 981,6 Miliar. Ya hampir satu triliun lah,” imbuhnya.

Tetapi hingga tahun 2020 berakhir, realisasi hanya mampu mencapai Rp 649,69 miliar. Atau sekitar 66,18 persen.

“Kalau ditanya apa penyebab target tak terealisasi, saya kira, 2020 merupakan awal terjadinya pandemi. Sehingga para pemodal mulai berhitung tentang dampak ke depan kalau rencana investasi diteruskan,” duganya.

Lebih-lebih seperti pemodal asing akan semakin banyak dasar pertimbangannya sebelum memutuskan menanamkan modalnya di situasi wabah sedang mengganas kala itu.

Tetapi seiring pengendalian Covid-19 di Kota Mataram membaik di 2021, rupanya itu direspons positif oleh para pemodal. Terlihat dari adanya peningkatan dana segar yang masuk mengguyur Kota Mataram.

“Ya kami berharap semoga di tahun 2021 ini situasinya dapat membaik dan antusiasme pemodal terus meninggi, sehingga roda perekonomian masyakat di kota kembali bergerak,” harapnya.

Pada tahun 2021 ini, target investasi memang diturunkan ke angka yang lebih realistis yakni Rp 769,6 miliar. Dengan pertimbangan situasi ekonomi global yang terdampak oleh Covid.

Hasilnya, dalam dua triwulan awal, terlihat ada peluang Mataram mampu mewujudkan target investasi hingga akhir tahun.

Perbandingan realisasi triwulan antara 2020 dengan 2021 memperlihatkan tren yang meningkat. Fakta ini sangat menggembirakan untuk terus memompa ekonomi di Kota Mataram.

“Kalau pada tahun 2020 di triwulan pertama persentase realisasinya di angka 6,59 persen, sekarang di triwulan pertama 2021 sudah lebih baik dengan mencapai 39,10 persen,” jelasnya.

Begitupun dengan membandingkan triwulan ke dua antara tahun 2020 dengan 2021 terjadi peningkatan. “Di triwulan ke dua tahun 2020 persentase realisasinya 19,89 persen, sementara di tahun 2021 Ini alhamdulillah meningkat menjadi 22,28 persen,” terangnya.

Amir menduga meningkatnya guyuran modal yang masuk ke Kota Mataram di tahun 2021 tidak lepas dari membaiknya penanganan Covid-19 di Kota Mataram.

“Semoga dengan terus turun level nantinya, kepercayaan investor semakin tinggi sehingga aliran modal kembali sehat dan mempercepat pemulihan ekonomi di Kota Mataram,” pungkas pria penyuka fotografi itu. (zad/r3)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks