alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Organda Dorong Penertiban Taksi Online

MATARAM-Organisasi angkutan darat (Organda) NTB sepakat taksi-taksi ilegal ditertibkan. ”Kami sudah berkomunikasi dengan pihak terkait agar menyetop taksi ilegal,” tegas Ketua DPD Organda NTB Antonius Zaremba, Selasa (7/1).

                Dia sepakat dengan aspirasi pengusaha taksi saat hearing ke DPRD NTB. Namun dia menegaskan, aksi itu tidak ada kaitan dengan pengurus DPD Organda NTB. ”Betul ada pengurus Organda tetapi Junaedy Kasum itu bukan wakil ketua,” katanya.

                Junaedy Kasum merupakan Ketua Biro Organisasi, Keanggotaan dan Pembinaan Daerah DPD Organda NTB. ”Bila digerakkan Organda NTB tentu saya selaku ketua hadir,” tambahnya.

                Bila ada permasalahan, Organda NTB akan menyerap aspirasi dari masing-masing DPC di seluruh daerah. Baru kemudian disampaikan ke pihak terkait untuk ditinjaklanjuti.

Dalam pertemuan di Komisi IV DPRD NTB, pengusaha taksi protes. Mereka merasa persaingan usaha di NTB tidak sehat. ”Banyak taksi ilegal dibiarkan, kami ingin ini ditertibkan,” tegas Pengusaha Rangga Junaedy Kasum, dalam pertemuan.

                Mereka meminta taksi ilegal tidak dibiarkan berkeliaran. ”Jika tidak ditertibkan dalam 24 jam kami akan menggugat dinas perhubungan karena kami dirugikan,” tegasnya.

                Antonius mengaku tidak ada persoalan dengan isu tersebut. Tapi dia tidak setuju bila nama Organda NTB dibawa-bawa dalam hearing itu. ”Saya bicara dari sisi organisasi meluruskan yang keluar di koran,” tandasnya.

                Dalam pertemuan sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan NTB H Lalu Bayu Windia mengaku senang bisa bertemu pengusaha. Mereka semua adalah mitra pemeritah. ”Kami akan menyelesaikan semua permasalahan yang dikeluhkan pengusaha,” katanya.

                Pemerintah akan menertibkan taksi-taksi ilegal yang beroperasi. Tapi bagi taksi online sudah diatur, pengurusan izinnya memang lebih mudah. ”Setiap orang bisa menjadi taksi online,” katanya.

                Meski demikian, mereka meminta taksi online mendaftarkan diri dan membentuk koperasi. Lima perusahaan taksi online yang terdata adalah KJTUB, Adi Utama, Killa Senggigi, Kopter dan Koperasi Mitra Usaha. ”Jumlah kendaraanya 123 unit,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks