alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Alhamdulillah, Bantuannya Mulai Cair

MATARAM-Bantuan rumah rusak kategori ringan dan sedang di Kota Mataram mulai disalurkan. Sejumlah warga mulai menerima bantuan tersebut melalui kelompok masyarakat (pokmas) masing-masing.

“Sekarang yang terpenting bagaimana pokmas bisa membuat laporan untuk mencairkan bantuan yang sudah ada di rekening,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal Islam.

“Pokmas akan dibantu fasilitator untuk mencairkan bantuan ini,” imbuh Kemal.

Dijelaskan, juknis penggunaan dana bantuan rumah rusak kategori sedang dan ringan sama seperti kategori berat. Hanya saja, kata dia, untuk bantuan ini tidak ada pilihan membangun seperti memilih Riko dan Risha. “Tinggal beli bahan dan upah tukang saja,” tuturnya.

Sebelum dana digunakan, terlebih dahulu para pokmas membuat rencana anggaran biaya (RAB) kebutuhan rehab rumah. Pun juga dengan upah tukang dirincikan biayanya. “Ini dananya akan dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Untuk rumah rusak kategori sedang mendapat bantuan Rp 25 juta, sementara rusak ringan Rp 10 juta. Kemal meminta pokmas aktif. Bisa mencairkan dana yang sudah masuk ke rekening untuk digunakan sesuai kebutuhan warga.

“Pokmas harus segera membelanjakan uang di rekening ini,” pintanya.

Menurutnya, rehab rumah rusak katergori sedang dan ringan juga dibutuhkan ketelitian. Jangan sampai nantinya warga membeli bahan-bahan yang nantinya tidak dimanfaatkan. Bahan untuk perbaikan rumah dianggarkan melalui pokmas ini harus riil.

“Jangan sampai bahan-bahan ditambah untuk keperluan yang lain,” sindirnya.

Sementara itu, Lurah Selagalas Yusrin Rato mengaku, anggaran untuk rumah rusak kategori sedang  dan ringan sudah disalurkan ke rekening masing-masing pokmas. Saat ini kata dia, pokmas sudah mulai menyusun anggaran untuk rehab rumah yang rusak akibat gempa.

“Sekarang warga lagi mempersiapkan untuk merehab rumahnya,” tutupnya. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks