alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

BPJN Ogah Beri Restu Tugu Mataram Metro

MATARAM-Ekspose pertama Tugu Mataram Metro (TMM) gagal dapat restu. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Mataram menilai rencana tugu setinggi 50 meter itu, belum menjamin keselamatan lalu lintas.

Keberadaan TMM yang persis berada di tengah-tengah bundaran, mengharuskan bangunannya benar-benar dinilai aman. Bagi keselamatan lalu lintas di sana.

Menge, Kasubag TU di Balai Pelaksaanan Jalan Nasional IX Mataram meminta detail teknis perencanaan TMM. Tapi karena Dinas PUPR belum menyiapkan pertemuan kembali direncanakan ulang.

“Kerja harus sesuai dengan perencanaan,” kata Menge.

Pihak PUPR baru memperlihatkan masterplan TMM saja. Sedangkan seperti apa teknis pembangunan, belum dipaparkan. Hal ini pun membuat BPJN ragu. Lalu meminta pada pertemuan berikutnya harus menyertakan rencana pembangunan teknisnya.

“Kita meminta agar struktur detail bangunan diperlihatkan juga,” imbuhnya.

Ekspose yang digelar PUPR pun baru sebatas kulit saja. Belum spesifik membahas keselamatan. Baik itu keselamatan bangunan hingga keselamatan pengendara yang melintas di bundaran lingkar selatan. Bahkan keselamatan bagi para pengunjung pun tak ada gambaran jelasnya.

“Biar kita tidak membangun secara asal-asalan,” peringatnya.

Pada contoh Gerbang Tembolaq, misalnya. Keberadaannya saat ini masih dinilai rawan pada keselamatan lalu lintas. Baik bagi pengendara atau pengunjung. Ketertarikan wistawan berfoto dengan latar megahnya gerbang, tak disiapkan dengan spot aman untuk berfoto.

Akibatnya banyak wistawan yang berfoto di tengah jalan yang justru sangat berisiko bagi keselamatan. “Jadi jangan sampai seperti itu, harus ada perencanaan menyeluruh,” pintanya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman, berdalih pembangunan di lingkar selatan belum usai. Pemerintah masih punya rencana-rencana menyeluruh yang terintegrasi. Antara TMM, Gerbang Tembolaq, dan rencana membuat Green Belt di sana.

Green Belt akan diintegrasikan dengan Gerbang Tembolaq dan Tugu,” kata Miftah.

Sisi baiknya, lanjut Miftah, kawasan bundaran lingkar selatan yang mencakup TMM, Gerbang Tembolaq, dan Green Belt sudah dapat pengakuan dari Pemerintah Pusat. Sebagai landmark baru di Pulau Lombok. Sehingga ketiganya tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya.

“Di sana juga kita ada rencana bangun Kantor Wali Kota,” kata Miftah.

Pemkot menarget pembangunan landmark dan kantor wali kota bisa tuntas dalam waktu yang relatif singkat. Sekalipun terdengar ambisius. Sebab dipastikan akan menyedot banyak anggaran dan tenaga. Miftah terlihat sangat yakin bisa menuntaskannya.

“Dalam dua tahun harus selesai,” yakinnya.

Tapi bila saat ekspose saja, ada beberapa kekurangan yang dikritik BPJN. Ada peluang pembangunan TMM molor. Miftah sendiri mengatakan akan menyiasati juga dengan segera melelang proyek. Sembari terus menerima masukan-masukan dari BPJN.

“Setelah ini, mungkin kami akan bersurat dulu, sembari melelang proyek,” ujarnya.

Pihaknya telah menyediakan anggaran sekitar Rp 37 miliar membangun Green Belt di sekitar Gerbang Tembolaq hingga Monumen. Ini akan jadi satu rangkaian pula dengan pembangunan TMM.

“Landmark ini dirancang oleh PT Praprimadani Pratama,” jelasnya.

Terkait beberapa kritikan soal bangunan, Miftah enggan menyebut itu sebagai persoalan. Tetapi justru baginya masukan yang penting. Agar bangunan ini benar-benar sesuai dengan standar keselamatan yang diharapkan.

“Ya tadi ada beberapa masukan seperti by pass tidak boleh banyak gangguan,” akunya.

Persoalan ini juga diakuinya terjadi di Gerbang Tembolaq. Banyak warga yang selfie tanpa memperdulikan keselamatan jiwanya. Miftah mengatakan dirinya menghargai setiap masukan itu dan akan dijadikan referensi memperkaya rencana teknis pembangunan landmark kawasan bundaran Lingkar Selatan.

“Kita dapat masukan agar membuat jalur lambat, itu nanti kita bangun di Green Belt-nya,” terangnya.

Jalur lambat itu pun harus bebas dari parkiran. Sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. Selain itu, ia menyebut pihaknya diminta memperhatikan dampak bagi underpass di selatan Gerbang Tembolaq.

“Jangan sampai terganggu dengan rencana pembngunan jalur lambat,” imbuhnya.

Sementara itu, Miftah masih pelit berbagi pada publik. Seperti apa masterplan bangunan TMM. Begitu diminta, Miftah lebih memilih mengempit berkas masterplan di tangannya dengan erat. “Ndak perlulah,” cetusnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks