alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Tolong Pak Wali, Huntara Pondok Perasi Butuh Listrik!

MATARAM-Meski hujan, warga Lingkungan Pondok Perasi mulai nyaman. Itu setelah mereka menempati hunian sementara (Huntara). “Sekarang mau hujan besar airnya tidak akan naik ke Huntara,” kata Solihin, salah seorang penghuni huntara.

Namun kini, kata dia, masalahnya ada di listrik. Huntara masih gelap gulita. Agar bisa menikmati aliran listrik, warga diminta mengeluarkan uang membeli meteran listrik baru.

Karena kwh meter di rumah lama yang dimiliki warga, tidak bisa dipasang di Huntara. “Ya, katanya kilometer (meteran, Red) kita yang dulu katanya tidak bisa dipasang. Sementara itu kita beli dulu,” terang Solihin.

Jika membeli meteran kata dia, mau dikemanakan meteran yang sebelumnya. “Saya juga bingung, kok kilometer  kita yang dulu tak bisa dipasang,” ungkap Solihin.

Mestinya kata dia, warga yang memiliki meteran tidak diminta membeli meteran baru. Tinggal dipasang di tempat mereka tinggal. Namun kini, warga diminta mengeluarkan uang untuk membeli kilometer. “Kita disuruh beli kilometer,” tutur dia.

Camat Ampenan Syamsul Irawan mengatakan, warga Lingkungan Pondok Perasi yang tinggal di Huntara tidak lagi ada persoalan. Baik itu soal air maupun listrik. Untuk air bersih pemkot Mataram terus menyuplai. Begitu juga dengan listrik pihaknya akan melakukan kerja sama dengan PLN untuk pemasangan kilometer. “Pemasangan kilometer akan disubsidi pemkot,” terang Syamsul.

Untuk kilometer listrik ini tambah dia, nanti bisa dipindah ke Rusunawa. Karena kilometer yang baru akan sesuai berdasarkan nama dan alamat pemiliknya. Beda dengan pemasangan air bersih, tidak bisa dipindah. “Untuk air bersih tetap kita suplai,” tuturnya. (jay/r3/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Desa Rhee Loka Sumbawa, Desa dengan Ketahanan Pangan yang Top

DESA Rhee Loka, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa, merupakan salah satu desa yang ikut dalam lomba Kampung Sehat. Dianugerahi alam yang subur serta air yang mengalir tiada henti, desa ini pun menjadi desa dengan ketahanan pangan yang luar biasa.

Desa Jurang Jaler, Juaranya Lingkungan Bersih dan Asri

Desa Jurang Jaler, meraih juara satu Lomba Kampung Sehat di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. Desa ini memang kaya inovasi. Terutama bagaimana menggerakkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks