alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Ratusan Hotel di Lombok Tutup, Ribuan Pekerja Dirumahkan

MATARAM-Pariwisata Kota Mataram ambruk. Ratusan hotel harus menghentikan operasionalnya. Merumahkan karyawan, yang jumlahnya bisa mencapai belasan ribu. ”Yang masih menerima tamu itu cuma satu hotel, Lombok Plaza,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi, Selasa (7/4).

Alasan Hotel Lombok Plaza masih beroperasi, kata Denny, disebabkan masih adanya kontrak dengan salah satu maskapai penerbangan. Sehingga hotel tidak mungkin memutus kontrak dan menutup operasional mereka.

”Di sana kan tempat menginap kru dari pesawatnya,” ujarnya.

Berdasarkan data Dispar, jumlah hotel di Kota Mataram mencapai 120. Untuk kategori bintang tiga ke atas dan hotel melati. Denny mengatakan, untuk hotel kategori besar berjumlahnya sekitar 12.

”Sisanya itu hotel melati,” tutur Denny.

Tutupnya hotel membuat karyawan mereka terpaksa dirumahkan. Denny sendiri tak tahu persis berapa jumlahnya. Sebab masih didata pihak hotel dan petugas mereka di lapangan.

Meski begitu, lanjut Denny, jika estimasi satu hotel memiliki 100 karyawan, maka karyawan yang dirumahkan bisa mencapai 12 ribu orang. Hanya saja, untuk kepastiannya Dispar masih menunggu update data di lapangan.

”Yang pasti lebih dari 1.000 orang,” ujarnya.

Langkah penghentian operasional hotel tak bisa dibendung. Pandemi Korona membuat pariwisata lesu. Dispar juga tak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya menunggu sampai kapan selesainya wabah ini.

Denny mengatakan, mereka tidak bisa bergerak untuk membangkitkan pariwisata dalam kondisi seperti ini. Misalnya dengan melakukan promosi. ”Belum bisa. Kalau promosi juga, siapa yang mau datang dengan kondisi seperti sekarang,” jelas Denny.

Wisatawan tentu mempertimbangkan untuk datang ke Mataram. Hotel sudah banyak yang tutup. Ditambah lagi dengan belum dibukanya 42 destinasi wisata di Kota Mataram. ”Kita melihat sampai kapan pandemi ini turun. Kalau trennya turun, ada kemungkinan untuk membuka lagi destinasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, sekarang ini Dispar sudah meminta pihak hotel untuk memberikan data karyawan mereka. Terutama yang berasal dari Kota Mataram. Data tersebut nantinya diserahkan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Dinas Sosial (Dinsos).

Pemkot berencana memberikan bantuan untuk karyawan hotel asal Kota Mataram. Berupa sembako atau uang tunai. Setidaknya hingga Oktober nanti. ”Nanti akan kita siapkan untuk membantu mereka,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Mataram Hariadi mengaku memaklumi kebijakan sejumlah hotel itu. “Sejak Korona, pengunjung hotel memang sepi,” katanya pada Lombok Post, kemarin.

Sebelumnya kata dia, tercatat 510 karyawan hotel di Kota Mataram yang sudah dirumahkan. Namun kemarin, terdapat penambahan. Sekitar 200 karyawan hotel dari Kota Mataram yang bekerja di hotel berbintang di Lombok Barat juga ikut dirumahkan. “Mereka tidak dipecat. Jadi tidak menerima pesangon,” kata dia.

Namun demikian, para karyawan tetap mendapat gaji meski tidak full. “Tetap terima gaji, tapi tidak full,” ucap pria berkumis ini.

Dirumahkannya karyawan ini tidak lepas dari merebaknya Covid-19 di semua daerah. Bahkan di dunia. Jangankan keluar daerah atau negeri. Berkumpul saja sekarang tidak dibolehkan. “Siapa yang mau rapat di hotel kalau kondisinya seperti sekarang,” ucapnya.

Untuk di Kota Mataram, ujar Hariadi, sebagian besar hotel sudah tutup. Sepinya pengunjung membuat mereka terpaksa merumahkan karyawan sembari menunggu kondisi normal kembali.  “Merumahkan karyawan sebagai salah satu langkah mereka bertahan di masa sulit,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwiasata Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengatakan, kebijakan merumahkan terpaksa diambil oleh manajemen hotel untuk bisa bertahan. Tak hanya hotel, namun juga restoran dan jasa usaha wisata lainnya.

Pihaknya akan mengkaji sejauh mana dampak dari penyebaran Covdi-19. Ia ingin karyawan yang dirumahkan ini nantinya bisa mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan daerah. “Mudahan sih ada bantuan dari warga yang terdampak Covid-19 ini,” harap Denny.

Covid-19 tidak hanya berdampak akupansi hotel. Namun juga restoran dan pedagang kaki lima (PKL) menjerit karena sepinya pengunjung.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) Yono Sulistyo mengatakan, pihaknya sudah bersurat ke Pemkot Mataram. Menyikapi situasi yang terjadi sekarang ini. Dalam surat tersebut, AHM berharap pemkot bisa membebaskan pajak dari Maret hingga Desember nanti.

”Untuk meringankan industri. Kalau situasi seperti sekarang ini, hotel tidak bisa menutupi biaya operasional,” kata Yono. (dit/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks