alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Di Mataram, Harga Cabai Rawit Turun, Sembako Stabil

MATARAM—Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Mataram berangsur turun, tembus hingga Rp 80 ribu per kilogram. Komoditi pertanian lainnya termasuk sembako juga stabil jelang Ramadan.

“Kalau sekarang (cabai rawit) per kilogram Rp 80-100 ribu,” terang Hj Herawati, salah satu pedagang ditemui Lombok Post di Pasar Mandalika, Rabu (7/4/2021).

Padahal, jika dibanding dengan harga cabai pekan lalu, per kilogramnya selalu berada di atas Rp 100 ribu. Bahkan sempat menembus angka Rp 180 ribu per kilogram jauh di atas harga daging. “Tapi sudah tiga hari ini mulai turun,” tutur Hj Herawati.

Kondisi tak jauh berbeda juga ditunjukkan komoditi lainnya, seperti tomat, bawang merah, bawang putih, gula pasir hingga beras dan telur. Untuk harga tomat, per kilogramnya Rp 6 ribu. Sementara bawang merah dan bawang putih per kilogramnya Rp 25 ribu. Harga telur per trai Rp 45 ribu. Sementara gula pasir Rp 12.500 per kilogram. “Kalau beras masih kisaran Rp 10 ribu,” ungkapnya.

Dengan kondisi harga yang perlahan mulai stabil, kunjungan ke Pasar Mandalika juga terlihat lebih ramai. Meningkat dibanding beberapa hari ketika harga sejumlah komoditi bahan pokok mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram H Amran M Amin mengkonfirmasi jika harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram mengalami penurunan. Semenjak cabai dari Pulau Jawa mulai didatangkan pekan ini.

“Memang masih tinggi kalau Rp 80-100 ribu per kilogram. Tetapi mulai menurun dibanding beberapa pekan terakhir,” kata dia.

Selain akibat banyaknya stok cabai yang didatangkan dari Pulau Jawa, produksi cabai lokal juga mulai mengalami peningkatan. Sesuai hukum ekonomi, ketika barang tersedia banyak, maka harga akan mulai mengalami penurunan.

“Kalau daging masih normal Rp 125 ribu per kilogram. Beras, telur, gula pasir, bawang dan yang lainnya stabil jelang puasa ini. Mungkin berkah puasa juga,” ungkapnya.

Untuk mengendalikan harga jelang puasa, Dinas Perdagangan Kota Mataram juga menyiapkan program pasar rakyat. Hanya saja, anggarannya saat ini masih berproses.

Terjadi kendala secara administrasi sehingga Dinas Perdagangan belum bisa melakukan program tersebut. “Seandainya memungkinkan saat puasa juga akan tetap akan kami laksanakan. Karena kami sudah memiliki posisi anggaran yang tidak diganggu oleh refocusing,” bebernya.

Anggaran pasar rakyat bersumber dari dana bagi hasil. Sehingga program ini akan tetap dilaksanakan Dinas Perdagangan Kota Mataram. Hanya saja akan disesuaikan dengan perkembangan Covid-19. Mengingat kegiatan ini berpotensi menyebabkan terjadinya kerumunan warga. (ton/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks