alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

PCBL, Tugas Makin Berat Kepala Lingkungan Pertanyakan Dukungan Pemkot Mataram

MATARAM-Kerja kepala lingkungan bakal semakin berat. Pascaprogram penanganan Covid-19 berbasis lingkungan (PCBL) diterapkan Pemkot Mataram. ”Gagasannya bagus, kami apresiasi. Tapi harus jelas seperti apa bentuk dukungannya,” kata Kepala Lingkungan (Kaling) Gapuk Selatan Johan Rahmatulloh, kemarin.

Bentuk dukungan Pemkot Mataram yang konkret dalam program PCBL ini dinilai lebih penting bagi seluruh kaling. Apalagi dalam rencana aksi di program PCBL, ada lebih dari 40 item yang menjadi tanggungjawab kaling.

Misalnya, pembatasan aktivitas dan pencatatan bepergian warga; deteksi dini bagi warga yang berstatus PPTG, OTG, ODP, hingga PDP; memastikan warga melaksanakan pola hidup bersih dan sehat; sampai kepada membentuk unit media center informasi covid-19 berbasis lingkungan.

Kata Johan, rutinitas kaling saat kondisi normal saja, sudah cukup banyak. Ditambah dengan beban baru untuk penanganan Covid-19. ”Seringkali kaling protes dalam setiap pertemuan. Tapi apa-apa yang menjadi kebijakan pemkot, tetap pasti dijalankan,” ujarnya.

Di masa pandemi Covid-19, tuntutan masyarakat sebenarnya sederhana. Sebagian besar berharap percepatan distribusi dan kejelasan bantuan. Apalagi sudah banyak masyarakat yang menjualn barang berharga untuk memenuhi kebutuhan mereka.

”Sudah terjepit posisinya sekarang, tidak ada pemasukan. Wali kota mana tahu dan tidak akan pernah tahu kalau masyarakat di bawah sudah sampai sejauh itu mencoba bertahan hidup,” tutur Johan.

PCBL yang menjadi program Pemkot Mataram akan dibantu tim asistensi. Dari berbagai kalangan. Johan turut menyoroti keberadaan mereka.

Bagi Johan, pembentukan tim tersebut terlalu berlebihan. Hanya membuang-buang anggaran. Yang seharusnya bisa diberikan kepada masyarakat terdampak covid-19. Atau anggaran tersebut digunakan untuk operasional kepala lingkungan untuk lebih maksimal mengedukasi serta mengontrol warganya.

PCBL pun, lanjut dia, tak lebih dari sekadar program copy paste. Yang dasar-dasarnya sebenarnya telah dijalankan sejumlah lingkungan. Setelah muncul kasus positif pertama kali di Kota Mataram.

Seperti penyediaan portal di lingkungan; pos jaga; menyediakan tempat cuci tangan; pemberian masker; hingga memantau keberadaan warga yang bertamu ke lingkungan. Kemudian dengan PCBL, pemkot membuatnya lebih detail. Yang artinya, menambah banyak tugas kaling.

Karena itu, Johan menilai pembentukan tim asistensi perlu dipertimbangkan kembali. Kalau perlu dibatalkan. ”Lebih baik begitu. Jangan dibuat tapi ujungnya tidak optimal. Yang ada buang-buang anggaran. Mending dialokasikan ke hal yang bermanfaat,” tandas Johan.

Sementara itu, Sekretaris Forum Silaturahmi Kaling Kecamatan Mataram Muzakallah mengatakan, pada dasarnya mereka setuju dengan PCBL. Tapi jangan hanya tugas saja yang dibebankan kepada kaling.

Tugas dalam PCBL harus juga diimbangi dengan kesejahteraan untuk kaling. ”Kaling juga manusia, butuh kesejahteraan. Paling tidak jangan seperti kemarin, honor kaling sampai tertunda tiga bulan,” kata Muzakallah.

Sementara itu, di tempat terpisah Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh meminta bantuan kepada kepala lingkungan. Sebab, untuk melawan Korona, dibutuhkan gerakan massif, terstruktur, dan sistemik. Serta pengawasan yang ketat memutus rantai penyebaran Covid-19 dari program PCBL.

“Kepala lingkungan menjadi pemimpin penanganan Covid-19 di setiap lingkungan,” tegas Ahyar.

Diutarakan, langkah-langkah maupun anggaran disiapkan untuk memutus penularan Covid-19 sudah dilakukan. Akan tetapi tidak ada artinya jika tidak mendapat dukungan dari masyarakat. Ahyar berharap semua pihak bisa berpartisipasi, membantu, dan mendukung program PCBL ini.

“Kekhawatiran kita sekarang ini transmiter lokal. Bukan lagi dari klaster luar,” ujar orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Sementara itu Kepala BPBD Kota Mataram Mahfudin Noor mengatakan, program PCBL ini akan memberikan akselerasi serta panduan bagi gugus tugas sampai di tingkat lingkungan dalam mempercepat penanganan Covid-19. Gugus tugas akan membagikan 300 masker di masing-masing lingkungan, satu thermal gun, buku pedoman, dan membagikan 975 tempat cuci tangan untuk semua lingkungan, serta alat semprot disinfektan. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks