alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Penularan Lokal Korona di Mataram Semakin Mengkhawatirkan

MATARAM-Transmisi lokal Covid-19 kian mengkhawatirkan di Kota Mataram. Khususnya di Lingkungan Gubug Panaraga, Kelurahan Cakranegara Barat. ”Itu makanya saya perintahkan gugus tugas untuk terus melakukan tracing kontak,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Langkah tracing kontak dilakukan usai satu keluarga diketahui positif terjangkit virus Korona. Totalnya enam orang. Yakni ENP, 9 tahun; NU, 33 tahun; MS, 70 tahun; ZH, 43 tahun; RRH, 13 tahun, dan MA yang berusia 39 tahun.

Satu keluarga dinyatakan positif pada Senin, 4 Mei. Keenamnya sekarang ini menjalani isolasi dan perawatan di RSUD Kota Mataram.

Sebelum dinyatakan positif, satu anggota keluarga mereka, yakni dengan inisial SM, 69 tahun lebih dulu positif, Jumat 1 Mei. Sayang, saat menjalani perawatan di RSUP NTB, kondisi SM memburuk hingga dinyatakan meninggal dunia, Rabu malam, 6 Mei. Almarhumah kemudian dimakamkan di Majeluk.

Dari keterangan yang dikeluarkan Pemprov NTB, SM tidak pernah memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Tapi ada kontak dengan anggota keluarga dari luar negeri, dengan status orang tanpa gejala (OTG). SM datang ke RSUP dengan keluhan demam dan sesak.

Ahyar mengatakan, pemkot mewaspadai eskalasi kasus transmisi lokal dari lingkungan tersebut. Sehingga ia memerintahkan gugus tugas, melalui Dinas Kesehatan (Dikes) dan RSUD Kota Mataram melakukan tracing kontak. Secara komprehensif.

”Supaya tidak semakin meluas. Semakin banyak yang kena,” kata Ahyar.

Tracing bukan saja dilakukan di wilayah tempat tinggal PDP positif. Ia juga meminta gugus tugas melakukan penelusuran di Pasar Mandalika. Sebab, SM diketahui berjualan di pasar tersebut.

Upaya penelusuran kontak dibarengi dengan melakukan rapid tes. Jika hasil tracing di Pasar Mandalika menunjukkan potensi penyebaran yang cukup masif, pemkot bisa melakukan langkah penutupan pasar. Untuk sementara waktu.

”Bisa kita lakukan. Tapi tentunya harus melihat seperti apa hasil dari rapid tesnya dulu,” ujarnya.

Ahyar tak ingin berlarut-larut membiarkan kasus transmisi lokal terus terjadi. Beragam cara terus dilakukan. Agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Termasuk menggalakkan pencegahan yang dimulai dari lingkungan.

Karena berbasis lingkungan, maka penanganan Covid-19 dipimpin kepala lingkungan di masing-masing wilayah. Pemkot di sisi lain, ikut juga membantu. Dengan cara membagikan masker, buku pedoman, tempat cuci tangan, hingga alat pengukur suhu tubuh.

Ahyar mengatakan, kepala lingkungan bisa bekerjasama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda. Sehingga upaya pemutusan mata rantai Covid-19 bisa dilakukan lebih maksimal.

”Situasi seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dengan basis lingkungan ini kita harapkan penanganan bisa lebih terstruktur dan masif,” imbuh Ahyar.

Sementara itu, usai satu keluarga sekaligus dinyatakan positif, Dikes Kota Mataram telah melakukan rapid tes. Terhadap sekitar 37 orang. Hasilnya, ada 10 orang yang rapid tesnya reaktif.

Kadikes Kota Mataram dr. H Usman Hadi mengatakan, mereka yang reaktif telah dilakukan swab. ”Dari sana kita tahu apakah nanti positif atau negatif,” kata Usman.

Selain 10 orang tersebut, ada dua orang lainnya yang juga diambil swabnya. Meski, kata Usman, hasil rapid mereka nonreaktif. Hanya saja, kondisi kesehatan keduanya terpantau mengalami demam.

”Untuk memastikan saja,” ujarnya.

Rapid tes yang dilakukan Dikes sebagai bagian dari penelusuran kontak. Usai enam orang di Lingkungan Gubug Panaraga dinyatakan positif.

Kata Usman, untuk 12 orang yang telah diambil swabnya, masih menjalani isolasi mandiri. Di rumah mereka masing-masing. Gugus tugas telah meminta mereka agar mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

”Setelah swabnya positif kita isolasi di rumah sakit. Itu kalau positif. Tentu kita berharap hasilnya nanti negatif,” tutur Usman.

Situasi yang terjadi di Lingkungan Gubug Panaraga menunjukkan kasus transmisi lokal. Di mana keenam PDP positif tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemi. Terlepas dari itu, kondisi kesehatan keenamnya baik di RSUD Kota Mataram.

Disinggung soal tracing kontak di Pasar Mandalika, Usman mengatakan, hal tersebut tetap dilakukan. Guna memastikan potensi penyebaran Covid-19. ”Kalau di sana banyak reaktif, yang paling buruk pasar ditutup. Tapi itu bergantung lagi pada Pak Wali,” tandas Usman. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks