alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Warga Tionghoa NTB Bersama Lombok Post Bantu Guru Honorer

MATARAM-Bantuan sembako bagi warga terdampak Covid-19 terus dilakukan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTB. Kali ini, PSMTI, Perhimpunan Indonesia Tionghoa ( INTI), dan Perhimpunan Sosial Bakti Mulia (PSBM) menggandeng Lombok Post dalam menyalurkan bantuan kepada ratusan guru honorer swasta di NTB.

“Kita berikan bantuan bagi warga yang tidak terakomodir JPS (Jaring Pengaman Sosial),” kata Ketua PSMTI The Sian Yung, kemarin.

Ia mengaku ingin ikut ambil bagian membantu warga yang terdampak dari segi sosial ekonomi. “Paling tidak kami sudah bisa berbuat. Memberikan bantuan kepada warga yang terdampak,” ujarnya.

Untuk bantuan kali ini, lanjut dia, difokuskan untuk guru honorer di tiga organisasi kemasyarakatan (ormas). Seperti Nahdlatul Wathan, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah. Ia juga ingin ormas lainnya bisa ambil bagian guna memberikan bantuan kepada warga terdampak Korona.

Bantuan sembako yang isinya beras, mi instan, telur, dan sabun cuci tangan diberikan kepada 400 guru honorer di tiga ormas tersebut. Bantuan ini diharapkan bisa membantu para honorer yang juga terdampak akibat Covid-19.

Sementara Direktur Lombok Post Alfian Yusni mengatakan, program ini merupakan apresiasi terhadap para guru yang memiliki semangat dan ikhlas mengabdi. Karena, masih banyak guru yang belum mendapatkan perhatian terkait kesejahteraan.

“Kita mengajak semua pihak dan bergerak untuk peduli bagi guru honorer yang terdampak Korona,” kata Alfian. “Karena jasa mereka lah kelak akan lahir dan tumbuh anak-anak yang soleh dan cerdas tumpuan masa depan bangsa,” imbuhnya.

Diungkapkan, bantuan ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan jasa para guru. Mereka telah bertahun-tahun mengabdi, bahkan puluhan tahun. Namun apa yang didapatkan jauh dari kata cukup. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban guru di tengah pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov NTB Najamuddin Amy mengapresiasi apa yang dilakukan pengurus PSMTI dan ormas Tionghoa lainnya. Apalagi bantuan ini bukan kali pertama dilakukan. Namun sudah beberapa kali. “Bantuan ini selaras dengan program JPS Gemilang,” terangnya.

Najam ingin ormas lainnya bisa melakukan hal serupa. Bisa menemukan rasa empati bagi warga yang terdampak Korona. “Covid-19 bukan hanya tentang kesehatan, namun juga dampak sosial ekonomi ditimbulkan,” ungkapnya.

Menurutnya, jika Covid-19 berlangsung lama maka akan mengganggu keamanan stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, dibutuhkan kepedulian semua pihak. Saat ini kata dia, masih banyak warga yang membutuhkan bantuan. Dampak Covid-19 bukan hanya fakir miskin, namun semua profesi.

“Lihat saja orang yang bekerja di hotel, sekarang paling terdampak akibat Korona. Mereka ini membutuhkan bantuan,” ungkapnya.

Diutarakan, Korona membuat perekonomian stagnan. Namun ketika situasi kembali normal maka akan cepat bangkit. Jadi saat ini melawan Korona dibutuhkan kesadaran dan disipilin warga. Orang yang memcari nafkah seperti sopir taksi, ojek oline, pedagang, dan pekerja kantoran jangan lupa menggunakan masker ketika keluar rumah. “Selain itu jaga jarak,” ungkapnya.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (NU) Mataram Baiq Mulyanah mengatakan, guru honorer swasta terdampak akibat Covid-19. Apalagi penghasilan guru honorer bisa dibilang rendah. Belum lagi mereka tidak tersentuh JPS. “Sekecil apapun bantuan akan sangat berharga,” ujarnya.

Selain itu ia berharap bantuan ini bisa masuk ke segmen yang tak terpikirkan. Seperti jamaah Ahmadiyah. “Dulu kita berikan bantuan makanan ke jamaah ini,” tutur perempuan berjilbab ini.(jay/r3)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks