alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Tak Hanya Vitamin, RSUD Mataram Siapkan Alat Bermain

MATARAM-RSUD Kota Mataram menerapkan cara baru. Dalam menangani pasien positif Covid-19 atau Korona. Cara ini berhasil membuat mereka bahagia.

“Seperti terapi. Tapi, yang bersifat menyenangkan,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra.

Cara ini dilakukan untuk pasien anak yang menjalani isolasi di Wisma Nusantara. Tentunya dengan kondisi kesehatan mereka yang stabil.

Terapi ala RSUD Kota Mataram diwujudkan dengan fasilitas permainan anak. Seperti perosotan, kuda-kudaan, ayunan, hingga mobil remote control. Yang jadi satu bagian di taman bermain di Wisma Nusantara.

Jack, sapaan karibnya mengatakan, fasilitas tambahan ini bukan sekadar untuk mengusir kebosanan anak selama menjalani proses perawatan. Tapi, juga menambah imunitas mereka. Yang sangat diperlukan saat terjangkit Covid-19.

”Kita harapkan dengan begini imun anak-anak bisa kuat, semakin kuat. Sehingga mempercepat proses kesembuhan mereka,” ujarnya.

Sejauh ini, masih ada sekitar 10 anak yang terkonfirmasi positif covid. Dan menjalani isolasi di wisma nusantara. Kata Jack, apa yang dilakukan RSUD merupakan inovasi. Di luar cara-cara medis untuk penyembuhan kasus anak.

RSUD Kota Mataram juga secara rutin tetap memberi obat-obatan maupun vitamin. ”Taman bermain ini sebagai penunjang. Tentu besar harapan kita ini membawa dampak. Ketika anak happy terus, imun mereka akan semakin kuat,” tutur Jack.

Fasilitas tambahan ini disebut Jack merupakan terapi entertain. Katanya, terapi ini tidak terbatas untuk anak-anak saja. Mereka yang dewasa, juga mendapat terapi serupa. Tentu dengan fasilitas yang berbeda.

Untuk orang dewasa yang terkonfirmasi positif, disediakan fasilitas olah raga dan perpustakaan. Tujuannya sama. Agar pasien positif disibukkan dengan kegiatan menyenangkan. Sehingga imun mereka kuat dan membantu proses penyembuhan lebih cepat.

Tenaga kesehatan yang bertugas di Wisma Nusantara juga tetap melakukan kegiatan rutin. Seperti senam bersama sampai live musik. Jack mengatakan, ada edukasi yang diberikan kepada pasien positif Korona. Berupa layanan psikososial.

Tujuannya, lanjut Jack, ketika pasien dinyatakan negatif, mereka siap untuk hidup normal. Kembali ke lingkungan masing-masing. ”Kita ciptakan kebahagian untuk pasien-pasien ini. Tidak stres dengan sakit mereka,” kata Jack.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi mengatakan, tidak ada obat khusus yang diberikan kepada pasien Korona. Penanganannya seperti pasien flu biasa.

“Diberikan vitamin dan istirahat yang  cukup. Serta makan-makanan bergizi. Kita saja kalau flu harus istirahat yang cukup. Tidak merokok. Insya Allah sembuh,” terang Usman.

Selain itu, kata Usman, pasien diminta berolahraga ringan. seperti senam.”Tapi untuk pasien positif yang memiliki penyakit penyerta, penangannya berbeda. Mereka diberikan obat khusus sesuai penyakit yang dideritanya,” tuturnya.

Saat ini kata dia, jumlah pasien positif Covid-19 terus meningkat. Bahkan virus ini sudah menjangkit anak-anak dan balita. Mereka terpapar karena kontak langsung dengan keluarganya. “Penanganan anak yang positif ini beda dengan orang yang dewasa atau yang tua,” terangnya.

Di Wisma Nusantara kata dia, anak yang positif Korona diberikan kebebasan beraktivitas. Jika suka bermain bola maka akan siapkan bola. Begitu juga jika hobinya menggambar maka akan disiapkan kertas dan pensil warna. “Ini kita lakukan agar anak tidak jenuh,” ucapnya. (dit/jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks