alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

270 Sapi di Mataram Terjangkit Virus PMK

MATARAM-Kasus virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak terus meningkat di Kota Mataram. Dari data Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram hingga kemarin tercatat ada 270 sapi terjangkit virus ini.

“Kita sudah melakukan tindakan untuk virus PMK ini. Dari Medik Veteriner juga sudah turun ke kandang dan kelompok ternak di Sandubaya dan Sekarbela,” kata Plt Kepala Distan Kota Mataram Hj Tri Utami, kemarin.

Dia mengutarakan, tim dari Medik Veteriner sudah melakukan pengobatan secara teknis kepada ternak yang terjangkit virus PMK. Untuk sementara kata dia, rumah potong hewan (RPH) dan pasar ternak masih tutup guna mencegah penularan.

“Kemarin memang kita terkendala obat-obatan. Insya Allah obat-obatan kita tambah,” tutur perempuan berjilbab ini.

Baca Juga :  Audit Bantuan JPS Mataram, Inspektorat Tunggu Penyaluran Rampung

Ditanya soal ada sapi yang dipotong paksa karena terjangkit virus PMK, Hj Ami, sapaan karibnya menuturkan, ini dilakukan agar mencegah penularan. Jangan sampai sapi yang sakit berat karena terjangkit PMK menular ke sapi yang sehat.

“Jadi potong paksa kita lakukan agar tidak menular ke sapi yang sehat,” jelasnya.

Diuraikan, sapi yang tepapar virus PMK ada yang kondisinya sakit berat, sedang, dan ringan. Meksi demikian penangann sudah dilakukan tim bidang peternakan. Apalagi sebentar lagi hari raya kurban dan pihaknya akan mengikuti apa yang menjadi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk hewan kurban.

“Daging sapi yang terjangkit virus PMK bisa dikonsumsi,” terangnya.

Hanya saja lanjut dia, untuk menjadi hewan kurban tentu kondisi sapi harus sehat. Tidak sakit  karena terjangkit virus PMK. “Yang jelas hewan kurban harus sehat. Postur badannya juga bagus. Tidak kurus,” terangnya.

Baca Juga :  2.323 Karyawan di Mataram Bakal Terima Tambahan Gaji dari Pemerintah

Sejak adanya virus PMK, Hj Ami turun ke kelompok ternak. Pihaknya turun ke wilayah Sandubaya karena sejumlah sapi terjangkit virus PMK. “Kami juga kordinasi dengan Dinas Pertanian NTB untuk penyediaan obat-obatan,” pungkasnya.

Kabid Peternakan Distan Kota Mataram Diyan Riyatmoko menambahkan, jika pasar ternak dibuka maka virus PMK akan lama dikendalikan. Imbasnya pada penyediaan hewan kurban karena sapinya pada sakit. “Tujuan kita melakukan penutupan pasar supaya sapi tetap dikandang dan diobati. Setelah sembuh bisa dijual pada Idul Adha,” terangnya.(jay/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/