alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Dispar Mataram Mulai Garap Revitalisasi Taman Loang Baloq

MATARAM-Penataan Taman Loang Baloq mulai dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram. ”Kita bongkar dan ratakan lapak-lapak yang lama,” kata Kepala Dispar Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi, Senin (6/7)

Selama ini, keberadaan lapak PKL di Taman Loang Baloq memberi kesan semrawut dan kumuh. Sebab, kebanyakan pedagang membuat lapak dari bahan-bahan seadanya. Seperti kayu dan bambu.

Sebagai destinasi wisata, kondisi tersebut tentu tidak elok. Bisa membuat wisatawan enggan untuk datang lagi ke Taman Loang Baloq. Karena itu, dengan menggunakan alat berat, Dispar meratakan lanscape dan lapak pedagang di Taman Loang Baloq.

”Kalau cuma pakai lapak biasa, itu kan kelihatan kumuh. Bukan seperti tempat wisata jadinya,” ujarnya.

Supaya lebih rapi dan menarik, Dispar mengimbau kepada pedagang. Mereka yang hendak berjualan di Taman Loang Baloq, bisa menggunakan lapak semi permanen. Yang terbuat dari spandek atau kontainer.

Di Taman Loang Baloq ada sekitar 25 pedagang. Denny menyebut pihaknya sudah menjalin komitmen dengan pedagang. Hanya saja, untuk pengadaannya, Dispar tidak memberikan subsidi. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada pedagang untuk mengadakan lapak kontainer secara mandiri.

”Sudah ada komitmen bersama. Kalau pakai lapak semi permanen, kan lebih rapi. Dilihatnya juga enak,” imbuh Denny.

Revitalisasi kemarin dilakukan pascakeputusan pemerintah pusat. Yang kembali mengucurkan dana alokasi khusus (DAK) ke Dispar Kota Mataram. Jumlahnya sebesar Rp2,3 miliar. ”Sebelumnya kan Rp3,4 miliar. Sekarang ditransfer kembali Rp2,3 miliar. Tidak masalah, kita juga bersyukur anggaran itu bisa kembali lagi,” ujarnya.

Kebutuhan untuk revitalisasi salah satu destinasi wisata Kota Mataram itu, mencapai sekitar Rp5 miliar. Namun, pemerintah pusat hanya menyetujuinya sebesar Rp3,4 miliar. Diberikan melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2020. Pandemi covid kemudian membuat anggaran tersebut ditarik kembali.

Semula, dengan anggaran Rp3,4 miliar Dispar sudah memiliki perencanaan pembangunan. Merombak wajah Taman Loang Baloq. Konsepnya mengedepankan ruang terbuka. Memoles lanscape Taman Loang Baloq di sisi selatan.

Selain lanscape, Dispar juga akan membangun berugak atau gazebo. Serta membangun lapak untuk pedagang. Untuk mengakomodasi sejumlah pedagang ikan bakar di sekitar Taman Loang Baloq.

Sebagian rencana tersebut tentu tidak bisa dilaksanakan. Setelah anggaran yang kembali hanya sebesar Rp2,3 miliar. Denny mengatakan, pihaknya harus melakukan review. Meninjau kembali perencanaan sebelumnya.

Dengan uang Rp2,3 miliar, yang bisa dilakukan Dispar hanya membenahi lanscape di sisi selatan Taman Loang Baloq. Melakukan pengurukan dan melapisinya dengan paving block. ”Kita lakukan secara bertahap,” tandas Denny. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks