alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Apa karena ‘Rupiah’? Penetapan LP2B Melanggar UU Agraria

MATARAM-Pimpinan Dasar Grup H  Ahmad Rusni ogah menyerah. Ia siap all out memperjuangkan haknya atas lahan seluas sekitar 9 hektare di kawasan Perum Elit Kota Mataram.

Seperti diketahui lahan itu telah diubah menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Menyusul direvisinya Perda RTRW No. 12 Tahun 2011 tentang RTRW Kota Mataram menjadi Perda Perubahan No. 5 Tahun 2019 tentang RTRW Kota Mataram.

Menurut Rusni, jika membandingkan dua peta sebelum revisi dan setelahnya, ada beberapa keanehan. Narasinya pemkot yang mengaku kesulitan mendapatkan lahan 509 ha untuk LP2B berbanding terbalik dengan kebijakan pemkot mengubah peruntukan kawasan. “Apa ini karena rupiah?” sindir Rusni.

Ia menduga ada unsur ‘permainan’ di balik penetapan kawasan LP2B Kota Mataram. Sehingga ia yang sejak awal tidak ikut genderang permainan kini kena getah. Rusni lantas pemperlihatkan peta RTRW yang menurut dia janggal. Di lahannya yang sudah jelas-jelas peruntukannya untuk perumahan diubah jadi hijau atau LP2B.

“Tetapi coba perhatikan di sini (menunjuk peta), kawasan Sandubaya ini dulunya hijau, tetapi sekarang berubah jadi kuning atau perumahan,” sentilnya.

Perubahan kawasan itu jadi kuning dinilai aneh. Kontra produktif dengan narasi yang dikembangkan pemerintah selama ini. Pemkot mengaku kesulitan mencari LP2B. “Kalau benar kesulitan harusnya ini tetap jadi hijau, bukan malah jadi permukiman,” ujarnya.

Rusni merasa pemkot secara terang-terangan telah memperlihatkan kecondongannya pada beberapa pengembang saja. Sedangkan ia termasuk yang dianaktirikan. Ia mencontohkan misalnya kawasan Sandubaya yang dalam perubahan diubah jadi kuning. “Kabarnya di sini Arab (yang punya lahan),” singgungnya.

Hanya saja ia ogah menyebut secara spesifik siapa yang ia maksud sebagai pengembang keturunan Arab. Rusni mengaku tak ingin dibenturkan dengan pengembang lain. Perbandingan itu perlihatkan hanya untuk menegaskan betapa tidak adilnya pemerintah dalam menetapkan kebijakan. “Kalau memang mau minta ya silakan saja, tapi jangan banyak-banyak,” sindirnya.

Cara kerja pemerintah menurut Rusni juga bertentangan dengan Undang-Undang No 5 tahun 1960 tentang Dasar Pokok-Pokok Agraria. Selama ini dirinya merasa tidak pernah diajak bicara oleh pemerintah. Terkait kebijakan mengubah kawasannya menjadi LP2B semua dilakukan diam-diam. “Apa iya pejabat boleh bekerja seperti penjambret!” kecamnya.

Selain lewat PTUN untuk menggugat secara perdata, Rusni juga telah membuat laporan ke Polda NTB. Ia merasa ada upaya sistematis yang dilakukan pemerintah dalam upaya menjebak dirinya agar lahannya bisa diubah jadi LP2B. “Secara perdata dan pidana. Ini ikhtiar saya dalam hukum untuk mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mempersilakan Rusni menempuh jalur hukum. Menurutnya itu sudah jadi hak setiap warga negara dalam mencari keadilan. “Saya justru menyambut baik, jika ia menempuh jalur hukum,” kata Ahyar.

Ia menjelaskan pengubahan kawasan menjadi LP2B sudah sudah didasari kajian konsultan dan prosedur yang berlaku. Pihaknya tidak mungkin mengakomodir setiap keberatan yang masuk. Atas lahan milik masyarakat yang diubah jadi LP2B.

“Kalau keberatan saya rasa semua keberatan dan tidak mau kawasannya diubah jadi LP2B, tapi kami harus ambil keputusan,” terangnya.

Keputusan itu pun tidak lepas dari risiko-risiko. Salah satunya gugatan yang direncanakan Rusni. Hanya saja Ahyar menegaskan ia tidak pernah memilih-milih atau menarget lahan milik pribadi atau penguasaha. “Tidak ada yang sifatnya personal,” tegasnya.

Maka menurutnya lahan siapa saja bisa masuk jadi LP2B. Jika telah memenuhi kriteria kawasan LP2B. Kebetulan saja, ada lahan milik salah satu pengembang yang akhirnya dihijaukan. Karena memenuhi standar LP2B yang disyaratkan. “Semua telah dikaji berdasarkan hasil kajian konsultan,” tandasnya. (zad/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks