alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Giant Tutup, Angka Pengangguran Terancam Bertambah

MATARAM-Penutupan gerai ritel modern sekarang ini sudah sering terjadi. Baru-baru ini, melalui surat yang viral, bahwa supermarket Giant Ekstra Gegutu per 1 April 2019 sudah tidak beroperasi lagi.

Hal ini tentu saja harus menjadi perhatian pemerintah. Sebab ada puluhan bahkan ratusan karyawan perusahaan itu terancam kehilangan mata pencaharian. “Kejadian seperti ini tentu saja akan berdampak pada bertambahnya angka pengangguran di Kota Mataram,” kata Anggota DPRD Kota Mataram Lalu Suryadi, kemarin (8/3).

Bagi pekerja yang masih produktif, masih ada jalan untuk membuka usaha sendiri. Karena telah memiliki keahlian yang mumpuni. Namun bagi karyawan yang sudah melebihi masa produktif atau dalam hal batas usia kerja sudah tidak terpenuhi, maka itu yang harus dipikirkan dan dicari solusinya.

Suryadi menyarankan, karena Kota Mataram bergantung di sektor perdagangan dan jasa, maka dari sisi pembukaan keran investasi harus diperbanyak izin bagi usaha-usaha yang bergerak divbidang tersebut. Karena itu akan membuka peluang terciptanya lapangan kerja. “Saya rasa Pemkot Mataram harus lebih gesit lagi menarik investor di dua bidang ini, lebih giat lagi,” tegasnya.

Namun yang terpenting saat ini, agar karyawan bisa memiliki tambahan modal atau penghasilan terakhir, sebelum menutup gerainya, perusahaan harus memenuhi hak-hak karyawan. “Kami ingatkan perusahaan agar membayar pesangon karyawan sesuai kontrak kerjanya,” pungkas Suryadi.

Berdasarkan data BPS Kota Mataram, angka pengangguran pada 2017  sebesar 5,53 persen, kemudian meningkat pada 2018 menjadi 6,72 persen. Kepala BPS Kota Mataram Isya Ansor menyebut, peningkatan tersebut terjadi akibat gempa yang melanda NTB sejak akhir Juli tahun lalu.

Terkait dengan adanya kabar penutupan gerai Giant Ekstra Gegutu, Isya sendiri belum berani menyebut jika itu akan berdampak pada turun atau tingginya tingkat pengangguran. Karena kondisi ekonomi yang selalu fluktuatif. “Kami harus lakukan survei dulu, kita nggak bisa memprediksi karena kita bermain di data,” tandas Isya.

Meski demikian, ia memberi saran pada Pemkot Mataram, jika hal-hal seperti ini terjadi maka harus ada wadah yang menampung pengangguran di Kota Mataram. Memang bidang yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Kota Mataram masih berkutat di perdagangan, namun harus ada alternatif lain. Misalnya pemulihan destinasi pariwisata di kota.

“Karena daerah kita terkenal dengan pariwisata, bidang ini juga memiliki daya ungkit bagus terhadap pembukaan lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Mataram bisa mendata mana saja usaha-usaha yang pascagempa sudah tidak beroperasi lagi. Kemudian bisa diberikan modal usaha untuk membantu pemulihan ekonomi di Kota Mataram. Ditambah lagi, harus ada kebijakan mengenai jumlah retribusi bagi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan. “Mungkin bisa diterapkan dalam hal meringankan retribusinya,” pungkas Isya.

Kemarin sekitar pukul 14.30 Lombok Post mendatangi Giant Ekstra di Gegutu, Rembiga. Lombok Post lantas meminta bantuan Gede, salah seorang security yang menjaga pintu masuk untuk meminta izin bertemu dengan Niko Pranata, Depatemen Head Giant Gegutu.

Melalui handy talky (HT) ia pun menyampaikan maksud kedatangan Lombok Post. Tapi Gede mengatakan Niko menolak bertemu. “Nggak ada (surat keterangan itu) mas,” kata Gede kemudian.

Gede juga menjelaskan keengganan Niko bertemu media. Bahkan sebelumnya sudah ada beberapa media yang datang. “Tapi ditolak,” imbuhnya.

Gede pun tidak berani menyampaiakan apapun. Selain yang disampaikan Niko. Ia hanya mempersilakan media yang ingin mencari keterangan lebih lanjut menghubungi Giant pusat di Jakarta. Namun saat ditanya hotline yang bisa dihubungi untuk berkomunikasi dengan Giant pusat, Gede pun menjawab tidak tahu. “Nah nggak tahu juga saya,” tandasnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram H Mahmuddin Tura saat dihubungi mengaku sempat mendengar ada rencana terkait tutupnya Giant Ekstra. Hanya saja sifatnya masih berupa perbincangan belum sampai ada pemberitahuan resmi. “Tapi memang yang jelas kita perlu pikirkan nasib para pekerjanya,” kata Tura.

Ia memilih menunggu apa langkah selanjutnya yang dilakukan Giant terkait beredarnya surat itu. Jika benar karena alasan finansial atau penjualan yang tak sesuai harapan, maka pihak Giant harus bisa memikirkan nasib karyawannya yang telah terikat dalam kontrak kerja.

“Biasanya mereka yang bersurat pada Disnaker, minta difasilitasi untuk bertemu dengan karyawannya, jika memang ada rencana untuk tutup,” ujarnya.

Tura sendiri belum bisa mengambil kebijakan atau sikap apapun. Menyusul belum ada pemberitahuan resmi terkait akan ditutupnya Giant. Saat ini ia lebih memilih untuk wait and see. “Tapi kita berharap tidak berdampak secara umum pada investasi kita di Kota Mataram,” kata pria yang juga asisten II Setda Kota Mataram ini. (yun/zad/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

15 Ribu Suara Partai Non Parlemen Siap Dukung MUDA

"Kami berterima kasih atas dukungan tiga partai ini kepada kami," ujar HL Makmur Said memberikan apresiasi.

Bale Honda, Permudah Konsumen Servis dari Kantor

”Harapannya melalui aktivitas ini mampu meningkatkan kepedulian masyarakat agar tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan dari kendaraan pribadinya,” ujar Technical Service Sub Dept Head Astra Motor NTB Anton Prihatno.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks