alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Jukir Nakal Ambil Tarif Parkir Seenaknya

MATARAM-Belum lagi persoalan karcis tuntas, keluhan baru soal parkir kembali muncul. Ada oknum juru parkir (jukir) yang seenaknya membuat tarif parkir sendiri. Kendaraan motor roda dua ditarik parkir Rp 2 ribu. Sementara kendaraan motor roda empat ditarik Rp 5 ribu.

Kepala UPTD Perparkiran Kota Mataram Arifiawan Marjun pun berjanji akan segera menelusuri laporan itu. Ia pun meminta agar masyarakat yang pernah dipalak seenaknya oleh jukir seperti itu melapor ke pihaknya. “Kami akan berikan peringatan lisan dulu,” janji Arif.

Masyarakat yang melapor dipastikan identitasnya dirahasiakan. Hal ini demi kenyamanan warga yang ingin memarkir kendaraan di Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC). Jika dalam tiga kali peringatan, jukir itu tetap mengulangi perbuatannya, Arif berjanji akan bertindak lebih tegas. “Kami akan segera selidiki,” ujarnya.

Termasuk di tiga kawasan utama, yakni Jalan Umar Maya, Jalan Selaparang, dan Jalan AA Gede Ngurah. Ketentuan yang berlaku tetap seperti yang diarahkan perda. Agar tarif yang diminta untuk parkir tidak boleh melebihi sesuai ketententuan. “Motor Rp 1.000 dan kendaraan roda dua Rp 2 ribu,” jelasnya.

Para Jukir yang berhak menerima bayar parkir pun wajib menggunakan rompi, memberikan karcis, hingga menyerahkan sekitar 30 persen pendapatannya untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan. Karena ini demi perbaikan dan perubahan sistem parkir di Kota Mataram. “Laporkan saja dengan jelas lokasi, ruko mana, sehingga kami bisa tindak tegas,” janjinya.

Reni, salah satu pemilik kendaraan yang pernah parkir di depan Bank BNI Cakranegara pun mengaku kerap dikerjai jukir. Ia membayar Rp 5 ribu dengan harapan disusuk Rp 4 ribu. Tapi rupanya jukir hanya mengembalikan Rp 3 ribu. “Saya ngotot, minta supaya disusuk yang benar, mana lagi mereka ogah-ogahan ngasih karcis,” cetus Reni.

Bahkan salah satu driver Wakil Wali Kota Mataram, pernah harus membayar parkir Rp 5 ribu saat parkir di KBC pada malam hari. Ia pun heran karena sudah meminta bayar lebih, karcis pun ogah diberikan. “Mobil ada yang diminta Rp 5 ribu pada malam hari,” sesalnya. (zad/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks