alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Seniman Hebat di Balik Karya Mahar Uang

Menikah itu momen paling istimewa dalam hidup setiap orang. Wajar jika, segala hal yang berkenaan dengan pernikahan diabadikan lewat cara sebaik-baiknya.

LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

==================================

UANG dilipat dibentuk sedemikan rupa. Dijejer dan dikombinasikan membentuk pola atau gambar tertentu. Tak semua orang bisa, kecuali di dalam darahnya mengalir gen seniman. Selain itu ia juga haruslah seorang dengan daya hayal atau imajinasi yang tinggi.

Masih ingat dengan Abay Sasak? Pria yang lebih senang di sapa Asal, ini tak hanya desainer jempolan. Selain jago melukis, pria eksentrik ini rupanya sangat andal membuat mahar uang.

Bila anda termasuk yang merencanakan pernikahan, lalu mahar uang dipakai sebagai pemanis pernikahan, hubungi saja Asal. Ia bisa mengerjakan dalam satu hari lipatan, uang dengan sempurna. Dengan berbagai pola. Yang pemesan mau.

“Dilipat tidak pakai steples. Tapi pakai selotip dan lem saja,” kata Asal.

Hal ini ia lakukan untuk menjaga keutuhan uang. Agar tidak sampai rusak. Sewaktu-waktu jika pemiliknya berniat memakai sebagai alat transaksi. Maka tinggal dicabut saja dari piguranya. “Tidak boleh merusak uang,” terangnya.

Kemampuan Asal membuat semacam origami dari uang kertas ia dapat dari belajar otodidak. Sama persis saat ia tiba-tiba bisa melakukan face art. Semua diberikan Tuhan dan Asal mengaku senang dengan berkah kemampuannya itu.

Untuk jasa pembuatan mahar, Asal mematok harga murah. Cuma Rp 200 ribu. Dalam satu pigura mahar uang yang bisa dipakai tergantung kebutuhan para pemesannya.

“Biasanya nilai maharnya mengandung makna unik yang berkesesuaian dengan hari pernikahan mereka,” terangnya.

Tak hanya untuk mahar. Asal juga menerima pesanan untuk hiasan hadiah boneka ulang tahun. Asal kemudian memperlihatkan boneka berbie yang roknya semua dari pecahan uang Rp 5 ribu. “Total uang yang dipakai mencapai Rp 700 ribu,” terangnya.

Lebih dari puluhan pesanan telah ia layani. Sejauh ini Asal mengaku menikmati kemampuan menghias uang menjadi mahar atau hiasan hadiah boneka ulang tahun.

Pria yang sekitar satu minggu lagi akan ke Brunei Darusalam untuk memperdalam kemampuan desainnya ini, mengaku bahagia. Manakala pemesannya puas dengan karyanya. “Kebanggaanya di situ brother,” imbuhnya.

Pesanan yang ia terima tak hanya datang dari sekitar. Tetapi ternyata telah menembus Negeri Jiran. Bahkan hingga tanah yang kaya dengan minyak, Arab Saudi. Pesanan kebanyakan dilakukan secara online melalui media sosial Facebook. “Dari Malaysia hingga Arab,” terangnya.

Tak tanggung-tanggung Asal pun terkadang harus melihat uang bermata uang Ringgit atau Riyal. Cara pemesanannya pun unik. Biasanya para peminat dari luar negeri ‘nitip’ melalui pembantunya yang pulang kampung. “Jadi uangnya langsung uang asli negara mereka,” jelasnya.

 Tak hanya melulu dari uang. Asal juga siap membuat dari bahan yang lebih ramah. Semacam kertas warna-warni yang indah. Bagi Asal yang penting ia bisa berkontribusi dalam kebahagiaan hidup pasangan. Tak penting berapa upah yang harus ia terima dan dari bahan apa ia buat karya seni. “Saya bahagia ketika mereka tersenyum bahagia,” imbuhnya.

Usaha mahar dari uang memang tengah naik daun. Gaungnya sebenarnya sudah ada sejak dulu. Tapi orang banyak yang tidak tahu, betapa uang mahar bisa disajikan dengan cara yang indah. Tanpa merusak fisik uangnya. Ini menjadi hantaran istimewa.

“Modalnya sebenarnya tak terlalu banyak, bisa dibilang cuma selotip, pita, dan lem yang aman bagi uang,” jelasnya.

Jika ingin menambah dengan hiasan lain, Asal lebih memilih untuk memanfaatkan kain perca. Lalu dibentuk sedemikian rupa. Sehingga terlihat indah dalam satu pigura dengan uang.

Asal memang masih harus membeli pigura, bunga, atau keranjang untuk penyajiannya agar terlihat menawan. Tapi desainer terbaik NTB ini, mengaku tak mempersoalkan biaya itu. “Sudah saya bilang yang penting orang bahagia, dengan karya saya. Saya sudah senang,” tandasnya. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks