alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Dirawat di RSUD Mataram, Hasil Tes Bule Bulgaria Negatif Korona

IWP, PDP Asal tanjung, KLU yang Meninggal Negatif Korona

MATARAM-Tiga pasien dalam pengawasan (PDP) yang sebelumnya dirawat di RSUD Kota Mataram dipulangkan. Salah satunya WNA asal Bulgaria berinisial PPB. ”Hasil swabnya negatif Korona,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra, kemarin.

Selain hasil negatif, ketiga PDP menunjukkan perkembangan kondisi kesehatan yang baik. Sehingga pihak RS memulangkan mereka.

Hingga kemarin, ada sembilan PDP yang dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram. Satu dari mereka, hasil swabnya sudah keluar. Dan dinyatakan positif terjangkit virus Korona. Pasien tersebut berinisial MA, yang merupakan klaster Gowa.

Dokter Jack, sapaan karibnya mengatakan, delapan PDP sudah dimbil swabnya. Empat dari mereka, pengujian swabnya dilakukan di Labkesda NTB. Sementara empat orang lainnya, spesimen swab sudah dikirimkan ke Laboratorium Litbangkes di Surabaya dan Jakarta.

”Yang dicek di RSUP itu salah satunya yang meninggal kemarin, PDP dari KLU itu,” ujarnya.

Hasil pengecekan swab juga sudah keluar. Katanya, tiga dari empat spesimen yang dicek negatif terjangkit virus Korona. Termasuk PDP berinisial IWP asal KLU, yang meninggal dunia. Sementara satu spesimen swab PDP berinisial MS masih menunggu.

”Totalnya lima negatif. Tiga keluar hari ini, kemarin ada dua,” jelas dr. Jack.

Adanya pengujian spesimen swab di NTB, membuat hasil bisa lebih cepat diketahui. Apakah negatif atau positif terjangkit Korona. Kata dr. Jack, pihak RS juga tidak perlu menunggu terlalu lama. Seperti yang terjadi beberapa pekan lalu.

Dampak lainnya, pemkot bisa segera merespons hasil lebih cepat. Apalagi jika dinyatakan positif. ”Kita dari petugas kesehatan juga bisa segera bersikap. Misalnya dengan melakukan penelusuran kontak dari PDP positif,” tuturnya.

Penelusuran bukan saja dilakukan untuk mereka yang melakukan kontak. Tapi juga warga kota dengan status orang dalam pemantauan (ODP). RSUD bahkan berencana melakukan rapid tes, untuk mereka dengan kategori ODP.

Rapid tes dilakukan dua kali. Hari pertama dan ketujuh. Ketika menunjukkan hasil reaktif, bisa dilakukan dengan foto thorax. Kata dr. Jack, jika terdapat gejala terpapar Korona, langkah terakhir dengan pengambilan swab.

Upaya melakukan rapid tes membutuhkan data yang akurat. Harus ada by name by address. Sehingga pelaksaan tes bisa dilakukan. Jika ingin ekstrem, setiap rumah ODP ditandai. Sehingga memudahkan pengawasan.

”Tapi perlu izin dari Pak Wali juga. Maksudnya supaya masyarakat bisa ikut melakukan monitoring,” ujarnya.

Hanya saja, cara menandai rumah ODP berpotensi menimbulkan stigma. Jika itu yang terjadi, dr. Jack memiliki rencana cadangan. Misalnya, dengan memberi catatan khusus untuk petugas medis. Mereka nanti akan melakukan monitoring langsung ke rumah ODP.

”Petugas tiap hari bakal datang, melakukan kontrol. Kalau ada keluhan, baru ditindaklanjuti ke RS,” kata dr. Jack.

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, warga kota yang tercatat sebagai PDP mencapai 39 orang. Tapi tidak semuanya positif atau sedang menjalani perawatan.

”Untuk 22 orang itu sudah selesai pengawasan. Sudah sembuh. Sisanya 17 orang masih dirawat di beberapa RS,” kata Suwandiasa.

Adapun untuk ODP jumlahnya mencapai 292 orang. Sebanyak 110 orang masih dipantau intensif petugas kesehatan. Dari jumlah tersebut, ODP terbanyak ada di Kecamatan Sandubaya dengan 24 orang, kemudian Cakranegara 23 orang.

”Ada penambahan jumlah OTG, dari sebelumnya 109 orang sekarang menjadi 150 orang,” tutur Suwandiasa. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Zona Merah, Pembelajaran Tatap Muka di Mataram Terlalu Berisiko

Pemkot Mataram belum bisa menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Karena kegiatan ini dinilai terlalu berisiko di tengah mewabahnya Covid-19 di Kota Mataram. “Pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa kita lakukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram HL Fatwir Uzali pada Lombok Post, Jumat (7/8)

Senin, Gerindra Janjikan SK Dukungan untuk Makmur-Ahda

Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda) belum memegang SK dukungan. Baik dari Partai Gerindra maupun PKB.

Inovasi Pengusaha Kuliner Mataram Gaet Pengunjung di Masa Pandemi

IKON KULINER IBU KOTA: Karyawan warung Sate Rembiga Hj Sinnaseh menyiapkan pesanan pelanggan, Kamis malam.( DIDIT/LOMBOK POST)

Sekolah Tutup Pendataan Pemilih Pemula di Mataram Terhambat

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram kesulitan mendata warga  berusia 17 tahun atau pemilih pemula pada Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang. Alasannya, karena sampai saat ini belum ada proses belajar mengajar tatap muka dilakukan sekolah.

Satu Tenaga Kesehatan Positif Korona Sejumlah Ruang RSUD Bima Ditutup

Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di RSUD Bima ternyata sudah ada yang terpapar Covid-19.  Informasi yang berhasil dihimpun, ada sembilan yang terdiri dari Nakes dan pegawai RSUD Bima yang terpapar.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dugaan Mahasiswi Unram Dibunuh Menguat

Penyidik terus mengumpulkan bukti mengungkap penyebab kematian gadis berinisial LNS (inisial, Red). Sejauh ini, polisi belum mengungkap penyebab pasti kematian gadis yang baru diterima S2 Fakultas Hukum Unram.
Enable Notifications.    Ok No thanks