alexametrics
Kamis, 28 Mei 2020
Kamis, 28 Mei 2020

Dirawat di RSUD Mataram, Hasil Tes Bule Bulgaria Negatif Korona

IWP, PDP Asal tanjung, KLU yang Meninggal Negatif Korona

MATARAM-Tiga pasien dalam pengawasan (PDP) yang sebelumnya dirawat di RSUD Kota Mataram dipulangkan. Salah satunya WNA asal Bulgaria berinisial PPB. ”Hasil swabnya negatif Korona,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra, kemarin.

Selain hasil negatif, ketiga PDP menunjukkan perkembangan kondisi kesehatan yang baik. Sehingga pihak RS memulangkan mereka.

Hingga kemarin, ada sembilan PDP yang dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram. Satu dari mereka, hasil swabnya sudah keluar. Dan dinyatakan positif terjangkit virus Korona. Pasien tersebut berinisial MA, yang merupakan klaster Gowa.

Dokter Jack, sapaan karibnya mengatakan, delapan PDP sudah dimbil swabnya. Empat dari mereka, pengujian swabnya dilakukan di Labkesda NTB. Sementara empat orang lainnya, spesimen swab sudah dikirimkan ke Laboratorium Litbangkes di Surabaya dan Jakarta.

”Yang dicek di RSUP itu salah satunya yang meninggal kemarin, PDP dari KLU itu,” ujarnya.

Hasil pengecekan swab juga sudah keluar. Katanya, tiga dari empat spesimen yang dicek negatif terjangkit virus Korona. Termasuk PDP berinisial IWP asal KLU, yang meninggal dunia. Sementara satu spesimen swab PDP berinisial MS masih menunggu.

”Totalnya lima negatif. Tiga keluar hari ini, kemarin ada dua,” jelas dr. Jack.

Adanya pengujian spesimen swab di NTB, membuat hasil bisa lebih cepat diketahui. Apakah negatif atau positif terjangkit Korona. Kata dr. Jack, pihak RS juga tidak perlu menunggu terlalu lama. Seperti yang terjadi beberapa pekan lalu.

Dampak lainnya, pemkot bisa segera merespons hasil lebih cepat. Apalagi jika dinyatakan positif. ”Kita dari petugas kesehatan juga bisa segera bersikap. Misalnya dengan melakukan penelusuran kontak dari PDP positif,” tuturnya.

Penelusuran bukan saja dilakukan untuk mereka yang melakukan kontak. Tapi juga warga kota dengan status orang dalam pemantauan (ODP). RSUD bahkan berencana melakukan rapid tes, untuk mereka dengan kategori ODP.

Rapid tes dilakukan dua kali. Hari pertama dan ketujuh. Ketika menunjukkan hasil reaktif, bisa dilakukan dengan foto thorax. Kata dr. Jack, jika terdapat gejala terpapar Korona, langkah terakhir dengan pengambilan swab.

Upaya melakukan rapid tes membutuhkan data yang akurat. Harus ada by name by address. Sehingga pelaksaan tes bisa dilakukan. Jika ingin ekstrem, setiap rumah ODP ditandai. Sehingga memudahkan pengawasan.

”Tapi perlu izin dari Pak Wali juga. Maksudnya supaya masyarakat bisa ikut melakukan monitoring,” ujarnya.

Hanya saja, cara menandai rumah ODP berpotensi menimbulkan stigma. Jika itu yang terjadi, dr. Jack memiliki rencana cadangan. Misalnya, dengan memberi catatan khusus untuk petugas medis. Mereka nanti akan melakukan monitoring langsung ke rumah ODP.

”Petugas tiap hari bakal datang, melakukan kontrol. Kalau ada keluhan, baru ditindaklanjuti ke RS,” kata dr. Jack.

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, warga kota yang tercatat sebagai PDP mencapai 39 orang. Tapi tidak semuanya positif atau sedang menjalani perawatan.

”Untuk 22 orang itu sudah selesai pengawasan. Sudah sembuh. Sisanya 17 orang masih dirawat di beberapa RS,” kata Suwandiasa.

Adapun untuk ODP jumlahnya mencapai 292 orang. Sebanyak 110 orang masih dipantau intensif petugas kesehatan. Dari jumlah tersebut, ODP terbanyak ada di Kecamatan Sandubaya dengan 24 orang, kemudian Cakranegara 23 orang.

”Ada penambahan jumlah OTG, dari sebelumnya 109 orang sekarang menjadi 150 orang,” tutur Suwandiasa. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Diterjang Gelombang, Maskot “Sampan” Kota Tua Ampenan Tumbang

MATARAM-Miniatur perahu di Pantai Ampenan roboh diterjang gelombang. “Ini karena faktor alam,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman,...

Waspada Cuaca Buruk, Gelombang Pasang Terjang Pesisir Mataram

MATARAM—Cuaca buruk yang terjadi di selat Lombok membuat gelombang pasang menerjang pesisir barat mataram dari Mapak hingga Bintaro di utara, Rabu (27/5) kemarin. Air...

Rabu 27 Mei, Korona NTB Naik Lagi, Total Kasus Positif Jadi 562 Orang

MATARAM—Kasus positif korona di NTB terus menunjukkan  peningkatan. Sepekan terakhir setidaknya telah terjadi penambahan 169 kasus positif baru. Rabu (27/5) misalnya Tim Gugus Tugas...

Termasuk ke NTB, Lion Air Hentikan Penerbangan Domestik Hingga 31 Mei

JAKARTA--Lion Air, Wings Air, Batik Air yang tergabung dalam Lion Air Group memberikan pernyataan bahwa per hari ini, Rabu (27/5) akan menghentikan sementara layanan...

67 Tenaga Medis NTB Positif Tertular Korona, Kasus Covid 19 Naik Jadi 537 Orang

MATARAM—Jumlah tenaga medis di NTB yang tertular virus korona.  Mereka tersebar di enam rumah sakit dan satu puskesmas di NTB. “67 tenaga kesehatan kita yang...

Terdampak Korona, Menteri Pendidikan Pastikan Tak Ada Pemotongan Tunjangan Guru

JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim memastikan tidak ada pemotongan tunjangan guru, meski pagu anggaran pada tahun ini mengalami perubahan sebesar Rp...

Paling Sering Dibaca

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

Mulai 1 Juni, Masuk ke Malaysia Dikenai Biaya Karantina Rp 7 Juta

JAKARTA--Dampak pandemi Covid-19, Malaysia memberlakukan aturan ketat. Semua orang yang memasuki Malaysia harus menanggung biaya karantina wajib dan menandatangani surat setuju untuk membayar. Tentunya...

74 Anak-anak di NTB Positif Korona, Sebagian Besar Tertular dari Keluarga Dekat

MATARAM—Jumlah anak-anak di NTB tertular Covid 19 terus meningkat. Minggu (24/5) Dikominfotik NTB mencatat 72 anak-anak tertular Covid 19. Rinciannya 24 balita dan 48...

67 Tenaga Medis NTB Positif Tertular Korona, Kasus Covid 19 Naik Jadi 537 Orang

MATARAM—Jumlah tenaga medis di NTB yang tertular virus korona.  Mereka tersebar di enam rumah sakit dan satu puskesmas di NTB. “67 tenaga kesehatan kita yang...

Di Tingkat Banding, Mantan Kadispar Lombok Barat Dihukum Lebih Berat

MATARAM-Mantan Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat (Lobar) Ispan Junaidi  bakal tinggal lebih lama dipenjara. Hakim banding yang diketuai I Dewa Made Alit Darma dan hakim...