alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Retribusi Parkir Tepi Jalan Anjlok

MATARAM-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram bakal kesulitan mencapai target retribusi parkir tahun ini. ”Susah sekali. Sampai Mei ini saja kurang dari Rp1 miliar yang masuk,” kata Kadishub Kota Mataram M Saleh, kemarin.

Tahun ini, Dishub mendapat target retribusi parkir mencapai Rp 25 miliar. Naik 400 persen dari target sebelumnya yang hanya Rp 5 miliar. Kata Saleh, jumlah tersebut berlaku untuk setoran brutto. Jika dihitung pendapatan bersih atau netto, targetnya menjadi sebesar Rp 7,5 miliar.

”Itu sesuai dengan amanat perda,” ujarnya.

Hanya saja, kondisi pandemi Covid-19 membuat Saleh pesimis. Untuk memperoleh Rp7,5 miliar dari retribusi parkir. Target tersebut kemungkinan besar tak bisa dicapai. Kondisi parkir tepi jalan di Kota Mataram sepi.

Padahal di awal tahun, Dishub sudah merancang dengan baik sistem perparkiran mereka. Guna memaksimalkan potensi parkir. Ia tak mau kebocoran terjadi, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu yang diubah adalah status jukir. Di sistem sebelumnya, UPTD perparkiran membagi dua kategori untuk jukir. Jukir utama dan pembantu. Jukir utama yang kemudian mendapat SK. Berbekal SK tersebut, jukir utama bisa merekrut tiga hingga lima orang. Sebagai jukir pembantu.

Kemudian dalam proses kerjanya, jukir pembantu membantu tugas jukir utama. Menarik uang parkir dari masyarakat. Pola ini lantas menimbulkan celah premanisme. Sehingga muncul kebocoran pada retribusi parkir. Jukir pembantu menyetor hasil parkir tidak kepada petugas UPTD Perparkiran. Melainkan ke jukir utama.

Pola itu kemudian diperkuat dengan sistem cashless. Nantinya, jukir memiliki rekening masing-masing. Insentif parkir masuk ke rekening mereka, setelah uang disetor ke UPTD. ”Mereka setor bruto, setelah itu insentif dibayar kemudian,” kata Saleh.

Dishub ingin memastikan seluruh jukir menyetor dengan tertib. Sehingga haram hukumnya untuk melakukan transaksi setoran di jalan. Semuanya harus dilakukan di kantor UPTD Perparkiran.

”Nanti kalau yang tidak datang setor, akan dicari petugas. Kita tanyakan kenapa tidak setor. Kalau membandel, surat perintah dicabut. Kita pecat sebagai jukir,” tuturnya.

Hanya saja, rencana ini tak berjalan mulus. Pendapatan jukir merosot tajam. Ini berimbas pada retribusi parkir Dishub. Kondisi tersebut diperparah lagi dengan kekhawatiran Dishub mengenai penularan virus dari uang setoran parkir.

”Kita upayakan mengejar sisa retribusi setelah pandemi. Kalau sekarang sulit sekali,” tandas Saleh. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks