alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Benang Layangan Makan Korban, Sat Pol PP Mataram Turun Tangan

MATARAM-Hati-hati berkendara saat musim layangan sekarang. Jika tidak anggota badan bisa luka akibat benang layangan putus, yang melintang di jalan raya. ”Anggota saya ada yang jadi korban,” kata Komandan Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati, Senin (8/6).

Peristiwa tersebut terjadi pekan lalu. Di jalan yang menuju Lingkungan Karang Baru, Kecamatan Selaparang. Ia menjadi korban dari benang layangan putus, yang tersangkut di tiang listrik.

Saat itu, korban pulang untuk istirahat siang dengan mengendarai motor. Tak disangka, ketika ketika melintas, terdapat benang layangan yang melintang di jalanan. Akibatnya leher korban robek. Korban juga jatuh dari motornya.

”Sudah kena kerongkongan. Itu sampai terguling-guling dari motornya,” jelas Bayu.

Peristiwa benang layangan yang membahayakan, tidak saja dialami anggota Satpol PP. Sudah banyak pengendara turut menjadi korban. Bayu juga kerap menerima informasi dari anggotanya maupun di media sosial.

Bayu mengatakan, pihaknya tidak bisa juga melarang anak-anak yang bermain layangan. Apalagi, mereka bermain di tempat yang semestinya. Seperti di lapangan. ”Benang ini kan dari layangan putus. Yang terbawa ke jalan, terus nyangkut di pohon atau tiang listrik,” katanya.

Larangan memang tidak bisa dilakukan Satpol PP. Meski begitu, mereka tetap melakukan tindakan preventif. Akhir pekan kemarin, anggotanya mengamankan benang layangan yang berada di simpang empat Kantor Wali Kota Mataram.

”Kita cuma perlu mengingatkan pengendara, khususnya yang roda dua, untuk tetap waspada di jalanan,” imbau Bayu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram M Saleh mengatakan, akan ada petugas patroli dari jajarannya. Dengan menggunakan sepeda. Untuk mengecek seluruh ruas jalan di Kota Mataram. Mengamankan benang layangan yang membahayakan pengendara roda dua.

”Ini jadi atensi. Kita lakukan patroli saja,” kata Saleh.

Selain benang layangan, ancaman lain datang dari anak-anak yang bermain. Apalagi ketika mereka mengejar layangan putus hingga jalan raya. Tak jarang, anak-anak langsung menyeberang tanpa melihat kendaraan.

”Bahaya buat mereka sama pengendara juga. Kadang ada yang rem mendadak. Jadi kita imbau supaya bermain dengan tertib,” ujarnya. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks