alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Destinasi Wisata Mataram Ditutup tapi Sampah Tetap Menumpuk

MATARAM-Sampah menghiasi pesisir barat Kota Mataram. Termasuk di sejumlah destinasi wisata, seperti Pantai Loang Baloq. Berserakan sepanjang garis pantai.

Sampah-sampah tersebut, dikatakan Camat Sekarbela Moh. Yusuf, akibat gelombang besar. Yang menyebabkan banjir rob di beberapa wilayah pantai. Di akhir Mei. Gelombang kemudian membawa sampah dari laut menuju pesisir pantai.

”Itu biasanya sampah akibat rob,” kata Yusuf, Senin (8/6).

Kata Yusuf, ketika pengelolaan pantai masih ditangani kelurahan, mereka menugaskan tenaga kebersihan. Jumlahnya delapan orang. Mereka bertugas untuk mengumpulkan sampah di sepanjang pesisir.

Setelah terkumpul, kecamatan akan mengontak Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Untuk mengangkut sampah ke tempat pembuangan. ”Polanya sebelumnya seperti itu,” ujar Yusuf.

Hanya saja, sistem yang dulu tidak bisa dilakukan sekarang. Yusuf beralasan pengelolaan Pantai Loang Baloq sudah berpindah ke Dispar Kota Mataram. Karena itu, meski masuk dalam wilayahnya, kewenangan kebersihan di Pantai Loang Baloq menjadi urusan Dispar.

”Sudah ditangani Dispar untuk (pantai) Loang Baloq. Tapi, sudah kita komunikasikan dengan Dispar juga,” katanya.

Senada dengan Camat Sekarbela, Kadispar Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengatakan, penyebab menumpuknya sampah akibat rob. ”Karena rob,” kata Denny.

Volume sampah yang terlalu besar membuat Dispar tidak bisa menangani sendiri. Mereka harus menunggu dari DLH. Untuk membantu mengangkut sampah-sampah yang ada di Pantai Loang Baloq.

”Harus dengan LH untuk bantu angkutnya,” ujar Denny.

Denny membantah jika kebersihan di destinasi tidak diurus. Apalagi selama penutupan di masa pandemi Covid-19. Ia mengklaim, tetap ada petugas yang mengontrol kebersihan di seluruh destinasi wisata Kota Mataram. Termasuk untuk Pantai Loang Baloq.

”Kebersihan tetap jadi atensi selama penutupan. Ada petuga jaganya kan yang mengontrol,” kata mantan Sekretaris Badan Keuangan Daerah ini.

Klaim Denny tak terlihat di Pantai Loang Baloq. Dari pengamatan Lombok Post, sampah di pantai Loang Baloq didiamkan begitu saja dari April lalu. Setelah Dinas Pariwisata memutuskan untuk menutup sejumlah destinasi.

Selain itu, akses menuju Pantai Loang Baloq juga sudah dibuka kemarin sore. Meski Dispar Kota Mataram belum memberi lampu hijau untuk mengaktifkan destinasi wisata di masa pandemi Covid-19. (dit/r3)

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks