alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Pendapat Soal Korona Picu Perdebatan, Direktur RSUD Mataram Minta Maaf

MATARAM-Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra alias Dokter Jack secara terbuka  meminta maaf kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Mataram. Permintaan maaf itu terkait statementnya tentang virus Korona yang belakangan viral.

“Hal yang wajar kalau ada perbedaan pendapat. Kalau ada yang salah, saya minta maaf,” kata Jack.

Pernyataan Dokter Jack beberapa hari lalu, sejatinya membuat sebagian besar masyarakat senang. Dan bergairah untuk kembali beraktivitas. Sebab, ia meyakini virus Korona tidak berbahaya bagi orang yang tidak memiliki riwayat sakit parah.

Menurutnya, virus yang menggemparkan dunia dan meruntuhkan ekonomi hanya dalam beberapa bulan itu, bisa dilawan. Yakni dengan cara memperkuat imun tubuh dan makan makanan bergizi.

Apa yang disampaikan Dokter Jack, juga tentu bukan bualan. Karena dia merupakan pemimpin di salah satu rumah sakit terbaik  di NTB. Yakni RSUD Kota Mataram. Rumah sakit ini juga menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi pasien Korona.

Sayangnya, IDI tidak terima dengan pernyataan dokter muda yang gemar offroad itu. Namun, Dokter Jack berjiwa besar. Dia tidak mau berpolemik. Ia memilih mengalah.

“Kalau memang ada yang salah dalam pernyataan saya, saya minta maaf. Apalagi di IDI (Ikatan Dokter Indonesia) banyak senior saya,” terang pria yang dijuluki dokter gaul itu.

Menurut Jack, berdasarkan yang ia lihat, Korona akan berbahaya jika ada penyakit Komorbid atau penyerta bagi pasien yang positif. Tapi selama menangani pasien Korona, sebagai besar yang ia temui hanya gejala ringan. Kondisi pasien baik.

Sementara Ketua IDI Kota Mataram dr Rohadi mengatakan, apa yang disampaikan dr Jack bahwa Covid-19 tidak berbahaya, tujuannya untuk mengurangi kecemasan masyarakat. Namun, pernyataan itu membuat banyak dokter tidak sependapat.

“Yang perlu dilakukan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa Covid-19 adalah penyakit berbahaya. Karena dapat menularkan secara cepat antara manusia dengan manusia,” kata dr Rohadi.

Dalam rilis yang ditulis IDI Kota Mataram, prediksi kasus Korona di NTB terjadi sampai Agustus. Jumlah kasusnya sampai sekitar 5 ribu. Ini berdasarkan kajian dari FK Unram dan tim epidemiologi.

Tapi, jika diterapkan kebijakan ketat seperti social distancing, pembatasan keluar masuk melalui jalur udara dan laut, diperkirakan virus ini bisa berakhir pada Juli. Dengan jumlah kasus 2.800. “Hal yang dibutuhkan. Tetap melakukan pembatasan dengan mematuhi protokol yang ditetapkan pemerintah,” ungkapnya.

Di NTB, kasus positif Korona 80 persen gejala ringan atau OTG (oramg tampa gejala), 15 persen sedang berat, dan  5 persen berbahaya. “Pasien  yang memiliki komorbid menimbulkan reaksi yang sangat berbahaya,” ungkapnya. (jay/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks