alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Pilkada, Revitalisasi Pasar Kebon Roek Ditunda

MATARAM-Pembangunan pasar Kebon Roek baru berpotensi mengalami penundaan. ”Persoalannya begini, kita mau lakukan pilkada,” kata Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura, Senin (8/6).

Konsep pembangunan pasar menggunakan cara bangun, guna, serah (BGS). Investor yang akan membangun dan memanfaatkannya dalam jangka waktu tertentu, biasanya 30 tahun. Kemudian, setelah 30 tahun, bangunan akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah.

Kata Mahmuddin, pemkot menjaga kemungkinan-kemungkinan terburuk menjelang pilwali. Terutama soal pergantian kepala daerah. Sebab, bisa saja kepala daerah yang baru tidak berkenan melanjutkan proyek.

”Jadi agak sulit karena kita mau pilkada ini. Siapa tahu kepala daerah baru ada kebijakan tersendiri,” ujarnya.

Adanya pilwali membuat pemkot harus mengkaji lebih lanjut. Atas rencana revitalisasi Pasar Kebon Roek. Bahkan, tak menutup kemungkinan pembangunan tersebut akan dilakukan setelah gelaran pilwali selesai.

”Mungkin lebih baik kita tunggu setelah pilkada. Nanti persoalan ini akan kita laporkan juga ke pimpinan,” kata Mahmuddin.

Mantan Kadis PUPR ini menyebut, pemkot tak ingin terburu-buru menyambut tawaran dari investor. Untuk membangun Pasar Kebon Roek Baru. Mereka masih ingin memastikan, investor tidak main-main atas rencana tersebut.

Maret lalu, pemkot berencana bertolak menuju Kota Metro di Bandar Lampung. Untuk melakukan studi banding. Di sana, investor yang hendak membangun Kebon Roek, pernah melakukan kerja sama dengan Pemkot Metro.

Pemkot ingin mengetahui seperti apa pola kerjasama yang dilakukan di sana. Termasuk mengenai hasilnya. Hanya saja, rencana tersebut urung dilakukan akibat pandemi covid.

”Artinya kita butuh persiapan juga. Supaya tidak salah,” ucapnya.

Jika pemkot hendak mengulur waktu, tidak demikian dengan investor. Kata Mahmuddin, investor terus mengejar pemkot. Menanykan mengenai perkembangan dari tawaran yang mereka berikan. Apakah bisa ditindaklanjuti dengan menandatangani nota kesepahaman atau tidak.

”Investor sudah siap. Mereka mengejar terus. Tapi, untuk sementara kita belum bisa lakukan pertemuan,” kata Mahmuddin.

Sebelumnya, Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan, baru satu perusahaan yang berminat. Meski begitu, pemkot masih membuka pintu untuk investor lain masuk dan melakukan pembangunan Pasar Kebon Roek.

”Baru Nolimax Jaya yang masuk,” kata Eko.

PT Nolimax Jaya diketahui telah memaparkan konsep. Rencana pembangunan Pasar Kebon Roek Baru. Sekda menyebut konsep yang ditawarkan berupa kerjasama dengan sistem BGS. Sama halnya seperti PT PCF di Mataram Mall.

Untuk desain pembangunannya, Pasar Kebon Roek baru rencananya akan menempati lahan seluas empat hektare. Bisa ditambah dua hektare, menjadi enam hektare, apabila jadi dibuatkan fasilitas pengelolaan sampah.

Lahan empat hektare yang sekarang, sudah dibebaskan. Sekitar 50 sampai 60 persen dari total luas lahan, merupakan ruang terbuka hijau. Sehingga lahan yang bisa digunakan untuk bangunan, sekitar 1,6 hektare saja. Sisanya, akan dijadikan areal pendukung untuk kebutuhan pasar. Seperti parkir dan taman. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks