alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Kepala Puskesmas Gerung Lombok Barat Positif Terjangkit Korona

GIRI MENANG-Kasus positif Korona di Lombok Barat (Lobar) masih tinggi. Data terbaru pasien positif mencapai 295 orang. Bahkan, tenaga kesehatan di Puskesmas yang terpapar juga bertambah. Salah satunya Kepala Puskesmas Gerung.

“Nggih (Iya, positif korona), sekarang saya masih dirawat di Wisma Nusantara. Alhamdulillah kondisi saya cukup baik,” ujar Kepala Puskesmas Gerung H Hasmuni kepada Lombok Post, Rabu  (7/7).

H Hasmuni mengaku sudah dikarantina beberapa hari di Wisma Nusantara yang dijadikan rumah sakit darurat sementara bagi pasien Covid-19. Sejauh ini, tidak ada keluhan yang cukup berat dialaminya. Karena selama perawatan, ia berusaha menjaga kondisi imun tetap baik. Ditambah dengan dukungan keluarga membuatnya merasa kondisinya semakin membaik.

“Alhamdulillah tidak ada sesak nafas atau keluhan lain. Kondisi saya cukup baik, mudahan bisa segera pulang,” harapnya.

Ia berharap di masa transisi new normal ini, warga tetap mengedepankan protokoler Covid-19. Jangan sampai warga yang terpapar terus bertambah karena masyarakat lalai. Menganggap virus ini tidak berbahaya. Karena jika tidak terdeteksi dan tertangani dengan cepat, virus Korona sangat berbahaya karena menyerang sistem pernapasan.

“Karena mereka yang sudah terpapar tapi tanpa gejala ini yang kita khawatirkan. Makanya kita harapkan protokoler kesehatan jangan diabaikan,” pintanya.

Selain kepala puskesmas, beberapa perawat dan tenaga kesehatan lain yang ada di Lobar juga dinyatakan positif Covid-19. Misalnya tiga tenaga kesehatan di Puskesmas Kuripan dan beberapa tenaga kesehatan di puskesmas lain.

Data terbaru hingga Selasa (7/7) kemarin, jumlah tenaga kesehatan yang positif Korona sebanyak 77 orang. “Ada tambahan empat orang tadi malam,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Lobar Hj Ni Made Ambaryati kepada Lombok Post.

Secara umum, jumlah warga positif Korona 295 orang. Dari jumlah tersebut, 173 orang sembuh, 121 masih dirawat dan 21 orang meninggal dunia.

Banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar Korona diungkapkan Kadikes Lobar akibat disiplin penerapan protokoler Covid-19 masih longgar. “Saya cek ke sana (Puskesmas), banyak yang tidak disiplin, tidak menggunakan APD dan menerapkan protokoler kesehatan,” sesal Ambar.

Dengan terus bertambahnya tenaga kesehatan yang dinyatakan positif korona, dikhawatirkan pelayanan kesehatan terganggu. Sehingga ia berharap para tenaga kesehatan maupun warga yang datang berobat ke Puskesmas tetap disiplin menerapkan protokoler Covid-19. Sejauh ini, Ambar menjelaskan pelayanan di rumah sakit maupun puskesmas tetap dilaksanakan seperti biasa.

Saat ini, Ambar mengatakan Dinas Kesehatan Lobar sedang mengupayakan pembayaran insentif para tenaga kesehatan. Pihaknya sudah megajukan sejak pekan laku ke BPKAD Lobar agar insentif para tenaga kesehatan dibayar. “Total anggaran Rp 1,2 miliar sudah diajukan ke BPKAD Lobar. Kami harap pekan ini bisa dibayarkan,” jelasnya.

Ia juga meminta para tenaga kesehatan tidak terprovokasi. Lantaran, di beberapa kabupaten kota lain juga insentif tenaga kesehatan juga belum dibayar. Namun Dinas Kesehatan Lobar ditegaskannya sudah mengajukan. Tinggal prosesnya di BPKAD Lobar. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks