alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Hidup dari Permintaan Instansi

JIKA masih ada permintaan untuk Batik Sasambo, saat ini umumnya hanya ditopang oleh permintaan dari instansi. Sementara permintaan dari masyarakat umum, sudah sedemikian sulit dibanggakan.

Inilah yang terjadi di Rumah Produksi Sasambo Bumi Gora yang dikelola Lalu Darmawan. Permintaan memang masih terus ada. Meski tidak sebanyak dulu di awal-awal tahun 2020. ”Awal-awal dulu permintaan perbulan 200-300 lembar,” Darmawan.

Kadang, kalau ada event, permintaan bisa banyak. Baru-baru ini misalnya, Darmawan mendapatkan orderan Batik Sasambo dari Kementerian Pekerjaan Umum. Yang kebetulan sedang berkegiatan di Makassar. Pesanannya sebanyak 650 lembar.

Bahkan, untuk MTQ tingkat provinsi yang kini sedang berlangsung di Lombok Barat, ia mendapatkan pesanan 180 lembar Batik Sasambo. Kemampuan produksi batik di tempat Darmawan memang besar. Bisa mencapai 1.500 lembar dalam sebulan. Untuk permintaan dari luar NTB pun masih ada. Tapi, tak banyak.

Diungkapkan, satu lembar batik ukuran 2,5 meter x 1,5 meter harganya Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu. Bila dengan permintaan khusus menggunakan kain sutra, ukuran yang sama bisa seharga Rp 750 ribu.

Soal omzet, Darmawan mengaku masih cukup baik. Meski diakui Batik Sasambo meredup. “Sekarang omzetnya masih bisa mencapai Rp 250 juta,” sebulan” katanya.

Kekayaan motif pun kata dia terus dikembangkan. Hal ini untuk menjaga permintaan tetap tinggi. ”Dulu saya kerjakan berdua dengan istri. Alhamdulillah sekarang yang kerja ada 20 orang,” kata Darmawan.

Di Lombok Tengah, sentra Batik Sasambo di Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, juga masih terus berdenyut. Batik Sasambo di sini dikenal dengan motifnya yang khas. Di antaranya lumbung padi, jaran atau cidomo, belencak atau cecak, bale tani atau rumah petani.

Aktivitas membatik di sini sudah ada semenjak tahun 1991. Syamsir, adalah pendiri sentra Batik Sasambo Rambitan. Kini, setiap hari ada saja yang datang membeli. Yang paling banyak, pesanan dari sentra oleh-oleh di Mataram dan Lombok Barat.

            Dalam sehari, dia memproduksi Batik Sasambo antara 2-3 lembar atau per bulannya 50 lembar. Itu dikerjakan oleh empat karyawan tetap dan empat karyawan lepas. Selain itu, Syamsir memberdayakan 15 siswa di SMPN 7 Pujut.

Pria tiga anak tersebut menjelaskan, batik berbentuk lembaran kain, bukan baju, celana atau sarung. Seluruh bahan bakunya didatangkan dari Solo dan Jogjakarta. Kainnya pun, 100 persen katun, sehingga memiliki kualitas tinggi. Sedangkan, harganya tergantung dari tingkat kesulitan membantik, motif dan gambar batik. Yang paling mahal dijualnya seharga Rp 500 ribu per lembar, dengan panjang 2,5 meter. Kemudian, yang paling murah seharga Rp 130 ribu per lembar.

Hasil kerajinan batik Sasambo Syamsir pun kini sudah diakui Yayasan Batik Indonesia. Artinya, tekan Syamsir perkembangan batik Sasambo, tidak sampai meredup. Dia pun rutin mengikuti pameran batik di Pulau Jawa. (nur/dss/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks