alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Program Kerja dari Rumah Berakhir, PNS Mataram Kembali Masuk Kantor

MATARAM-Pemkot menyiapkan sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). Usai work from home (WFH) tak diperpanjang pemerintah. ”Kita lakukan penyesuaian memasuki new normal ini. Kan, tidak ada perpanjangan (WFH) dari pusat,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito, Selasa (9/6).

Perpanjangan WFH tidak dilakukan. Setelah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengeluarkan SE Nomor 58 Tahun 2020. Mengenai sistem kerja ASN dalam tatanan normal baru.

Sistem kerja ASN lingkup Pemkot Mataram, akan mengacu pada edaran tersebut. Eko mengatakan, pemkot sekarang ini sedang menyiapkan draft terkait pengaturan sistem kerja di masa new normal.

”Nanti bentuknya itu keputusan wali kota,” ujarnya.

Meski belum secara resmi mengenai sistem kerja di masa normal baru, Sekda menyebut ASN sudah masuk seperti biasa. Pemkot hanya belum mengesahkannya secara formal, melaluii SK Wali Kota Mataram.

”Secara tidak langsung, tidak adanya perpanjangan (WFH) membuat kita masuk kerja seperti biasa,” jelas Eko.

Dalam keputusan nanti, sistem kerja tetap mengacu pada ketentuan normal baru. Penekanannya, ASN harus tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19 selama bekerja. Selalu menggunakan masker dan mencuci tangan. Juga menjaga jarak saat bekerja.

Soal physical distancing ini, kata Eko, pimpinan OPD yang akan mengaturnya. Apakah mengatur jarak meja kerja atau bekerja dengan sistem shift.

”Sebenarnya tidak jauh beda ketika WFH. Kondisi kita sekarang kan masih masa transisi, belum sepenuhnya dalam kondisi normal,” kata Sekda.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Baiq Nelly Kusumawati mengatakan, masih ada kemungkinan untuk melakukan WFH. Ketika diberlakukan new normal. Hanya saja, WFH diberlakukan untuk beberapa kriteria.

BKPSDM sudah menyiapkan format absensi untuk mendukung sistem kerja baru. Diberlakukan untuk ASN yang melakukan WFH maupun bekerja lagnsung di kantor. ”Formatnya nanti dibuatkan perwal oleh Bagian Ortal,” kata Nelly. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks