alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

CAKRANEGARA Barat adalah salah satu jantung bisnis di Kota Mataram. Di sini ada pasar. Ada hotel, restoran, pusat pertokoan, hingga perkantoran.

Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran.

“Pasar memang masih sulit mematuhi protokol Covid-19,” katanya.

Di wilayah Cakranegara Barat terdapat Pasar Panglima atau Pasar burung. Kata Swira, beberapa pedagang maupun pengunjung banyak yang tidak mematuhi protokol Covid-19.

Pihaknya kata Swira bukannya berdiam diri. Imbauan sudah tak terhitung kali. Hanya saja, masih saja tidak diindahkan. Basanya di pasar tersebut pedagang dan pengunjung berjubel. Tak gunakan masker. Bahkan tidak mencuci tangan.

”Kita sudah lelah peringatkan mereka,” ungkapnya.

Umumnya, yang datang berkunjung dan berjualan di pasar itu sebagian besar berasal dari luar Kota Mataram. “Ada dari Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Lombok Barat,” ungkapnya.

Pasar Panglima pun kekurangan tempat cuci tangan. ”Disana hanya ada dua tempat cuci tangan untuk pengunjung dan pedagang,” ujarnya. Jauh sekali dari kebutuhan minimal.

Dalam sejumlah inspeksi, Swira mengaku harus membawa masker cadangan. Sebab, sudah pasti akan ditemukan para pedagang dan pengunjung tanpa masker. Masker cadangan itu akan diberikan kepada mereka.

”Tetapi kan tidak bisa juga kita berikan masker setiap saat. Karena masker yang kita miliki juga terbatas,” katanya.

Menurutnya, untuk memaksimalkan protokol Covid-19 di wilayah pasar tersebut harus disediakan tempat cuci tangan lebih banyak. Sehingga, pedagang maupun pengunjung dapat terhindar dari penyebaran Covid-19.

”Kami juga butuh alat pengeras suara untuk memberikan imbauan. Kalau hanya secara manual tidak ada yang bakal mendengar,” ujarnya.

Suara yang memberi imbauan akan kalah riuh dengan para pengunjung penyuka burung yang saban hari memadati pasar ini. (arl/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks