alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

MATARAM-Berbagai kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 dikeluarkan. Yang terbaru, mahasiswa yang akan pergi melanjutkan studi ke luar daerah harus menjalani rapid test.

“Kalau hasilnya reaktif, kita tunda izin mereka berangkat ke luar daerah,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram Usman Hadi.

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

Untuk diketahui, semua perguruan tinggi negeri (PTN) se-Indonesia melakukan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Mulai dari 5 sampai 12 Juli.

Tak hanya mahasiswa dari Kota Mataram yang ke luar daerah yang diawasi. Namun juga calon mahasiswa dari luar yang datang ke Kota Mataram. “Kalau masih dari NTB, seperti dari Pulau Sumbawa, kita minta surat keterangan bebas influenza atau ILI (influenza like Illness),”  ungkap Usman.

Tujuannya, lanjut Usman, untuk memastikan calon mahasiswa benar-benar sehat. “Jangan sampai nantinya mereka positif karena sudah ke Mataram,” ujarnya.

Dijelaskan, rapid test bisa dilakukan di Puskemas. “Itu tanpa biaya alias gratis,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Puskemas Tanjung Karang Lalu Budiawan mengatakan, rapid test sudah dilakukan dari dulu. Cuma terbatas untuk pasien yang kemungkinan ada gejala melalui tracing yang sudah dilakukan pihaknya.

Namun kini sesuai instruksi wali kota, pihaknya menyiapkan rapid test gratis kepada warga. Terutama mahasiswa atau siswa yang melanjutkan studi ke luar daerah. “Ini terbatas. Nanti ada surat dari Dinas Pendidikan,” ungkapnya. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks