alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Kejuaraan Paralayang Nasional Diikuti 153 Peserta

PRAYA-Kejuaraan paralayang nasional seri ketiga Kementerian Olahraga (Kemenpora) di Lombok Tengah siap digeber. Seluruh persiapan, sudah matang, sarana dan prasarana sudah rampung. Lokasinya, di bukit Sombeng dan pantai Torok Aik Belek di Desa Montong Ajang, Kecamatan Praya Barat Daya.

“Jumlah peserta sebanyak 153 orang dari seluruh Indonesia, bisa saja bertambah,” beber Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Loteng HL Dipta, kemarin (9/10).

Pelaksanaannya selama tiga hari. Dari 30 Agustus-1 September mendatang. Artinya, tinggal menghitung hari saja. Dipta optimis, kegiatan yang memperebut trofi dan piagam dari Menpora Imam Nahrawi tersebut berjalan lancar, aman, dan sukses.

Apalagi, Loteng sudah berkali-kali menggelar kegiatan yang sama. Tidak saja berkelas nasional, tapi internasional. Sehingga, warga di Desa Montong Ajan, menyambut gembira. “Kita berharap, peserta dari luar negeri ikut ambil bagian memeriahkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, jarak tempuh dari bukit Sombeng, menuju lokasi pendaratan mencapai 2,2 kilometer (km), atau lebih jauh dari seri pertama dan seri kedua, di Kabupaten Batang dan Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Sehingga, peserta cukup antusias.

 “Atas dasar itulah, komunitas layang gantung atau gantole juga ikut ambil bagian memeriahkan,” beber Dipta.

Melalui olahraga ini, pariwisata Lombok semakin baik dan pulih total. “Inilah yang disebut sport tourism,” sambung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng HL Muhammad Putrie. Jumlah lokasi paralayang di Loteng sendiri, kata Putrie, ada 13 titik. Itu tersebar di Desa Kuta, Desa Prabu, Desa Tumpak, Desa Mertak, Desa Sukadana, Desa Selong Belanak dan Desa Montong Ajan. (dss/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks